Rabu 21 Oktober 2020

Suzuki Klaim Ekspor Mobil Meningkat saat Pandemi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) mengklaim adanya pertumbuhan positif melalui ekspor mobil Completely Built Up (CBU) sebesar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, padahal belakangan ini akibat pendemi Covid-19 bisnis otomotif sedang mengalami penurunan.

Menurut keterangan yang diterima ANTARA, Jumat (19/6/2020), periode Januari-Mei 2020, pertumbuhan ekspor mobil CBU Suzuki ini membuat ekspor secara keseluruhan tumbuh di saat neraca ekspor industri otomotif turun.

“Sebetulnya kami optimistis pertumbuhan ekspor mobil CBU Januari-Mei bisa lebih tinggi dari 22 persen. Tapi mengingat saat ini kita dihadapkan pada pandemi Covid-19 dan penurunan produktivitas dari berbagai sektor, angka itu adalah sebuah pencapaian positif,” kata Assistant Dept. Head Production Planning Control PT SIM, Aris Yuliyantoro.

Selama periode Januari sampai Mei 2020, primadona ekspor CBU masih didominasi All New Ertiga yang menjadi kontributor terbesar, yaitu sebanyak 7.880 unit.

BACA JUGA: PSSB, Home Service Suzuki Paling Diminati

Peningkatan ekspor juga didukung oleh kontribusi New Carry sebanyak 3.339 unit. Tak hanya itu, XL7 yang diluncurkan sebagai lini produk baru pada Februari lalu turut mendorong ekspor dengan kontribusi sebanyak 2.169 unit.

Tahun 2020 ini, Suzuki akan mengekspor kendaraan ke lebih dari 50 negara di dunia.

International Monetary Fund (IMF) memperkirakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu bertahan dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif di tahun 2020 meski terpapar pandemi Covid-19.

Hal ini didukung oleh data dari Kementerian Perindustrian RI yang menyatakan bahwa ekspor kendaraan roda empat CBU di Indonesia selama kuartal 1 tahun 2020 mencapai 87.879 unit.

“Peningkatan ekspor ini membangun optimisme Suzuki untuk kembali beroperasi setelah menghentikan sementara kegiatan pabrik. Saat ini pasar internasional dalam masa pemulihan, dan untuk memenuhi permintaan ekspor, secara bertahap kami kembali berproduksi dengan menerapkan Suzuki Hygiene Commitment dan protokol kesehatan dari Pemerintah,” kata Aris.

“Kami harap industri otomotif dan lainnya cepat pulih dan bangkit bersama agar bisa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia,” katanya.

(AS/ANT)

Artikel Lainnya

2 Nelayan Hilang saat Melaut, Istri Bupati Garut Kunjungi Keluarga Korban

GARUT,FOKUSJabar.id: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat...

Calon Penerima BPUM di BRI Banjar Abaikan Protokol Kesehatan

BANJAR,FOKUSJabar.id: Sepekan terakhir ini, Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kota Banjar, Jabar dipadati ratusan warga Kabupaten Ciamis, Pangandaran termasuk dari Kota Banjar.  Mereka datang...

Penginjak Batu di Situs Ciungwanara Dilaporkan ke Kemendikbud

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis menindaklanjuti penginjak batu lambang peribatan yang berada di Situs Ciungwanara Bojong Galuh, Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten...

Agum Gumelar Minta UPI Siapkan Ini Di Usia ke-66

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UPI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Agum Gumelar, M.Sc., mengajak civitas akademika UPI untuk ikut serta merajut persatuan Indonesia...

Ditengah Pandemi, Pembudidaya Ikan Hias Guppy Jadi Milyader

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pembudidaya ikan hias Guppy banjir orderan di tengah merosotnya sektor ekonomi berbagai bidang lainnya akibat pendemi Covid-19. Salah satunya pembudidaya ikan hias asal kota...

130 Ton Sampah Kota Bandung Tak Terangkut Ke TPA

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bidang Kebersihan Dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK) Kota Bandung Sofyan Hernandi mengatakan 130 ton sampah tidak terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sofyan...

Kemenparekraf Salurkan Hibah Sebesar Rp 277,4 Milyar ke Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebesar Rp 277,4 Milyar anggaran hibah Kementrian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dikucukan ke Provinsi Jabar untuk sejumlah Kabupaten/Kota. Hibah tersebut untuk empat Kabupaten/kota di Jabar...