Minggu 20 September 2020

Polres Tasikmalaya Ungkap Uplas Rp2 Milyar

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Kepolisian Resort Kabupaten Tasikmalaya berhasil mengungkap peredaran uang palsu senilai Rp2,9 milyar lebih sekaligus mengamankan para pelakunya yang berjumlah 4 orang.

Pengungkapan berawal dari kegiatan Operasi Ketupat Lodaya yang bersamaan dengan pelaksanaan PSBB di Pos Pengamanan Cikunir, Senin (11/5/2020) malam lalu.

Saat itu, sebuah mobil mini bus berplat F melintas di jalur depan Pos Pam Cikunir yang dikendarai 4 orang. Petugas menghentikan kendaraan karena disangka akan mudik ke Tasikmalaya. Para penumpang kemudian diperiksa petugas, namun ternyata di dalam mobil ditemukan uang palsu yang disimpan dalam dua tas berukuran besar.

BACA JUGA : Polres Tasikmalaya Siap Layani Laporan Konsumen Perumahan BMR

“Saat ditanya terkait uang pecahan seratus ribu dalam dua tas besar, para pelaku memberi keterangan berbelit-belit. Mereka tidak mengakui itu uang palsu, namun saat diperiksa petugas dengan teliti akhirnya pelaku mengakui jika uang yang dibawanya dalam dua tas besar tersebut adalah uang palsu,” ujar Kapolres AKBP Hendria Lesmana, Rabu (13/5/2020).

Pelaku yang berjumlah 4 orang pun langsung diamankan bersama barang bukti uang palsu didalam tas besar tersebut. Saat ini, pihaknya terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait pengungkapan kasus uang palsu milyaran rupiah tersebut.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya, Heru Saptaji mengaku bangga sekaligus mengapresiasi gerak cepat jajaran Kepolisian Resort Kabupaten Tasikmalaya yang berhasil menggagalkan dan mengungkap peredaran uang palsu.

“Ini tentu prestasi yang sangat bagus bagi kepolisian yang mampu mengungkap peredaran uang palsu yang nilainya cukup fantastis mencapai milyaran rupiah. Kita berterima kasih sekali, pelakunya berhasil ditangkap sehingga masyarakat tidak menjadi korban dari penipuan uang palsu,” ungkap Heru.

Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan selalu teliti saat melakukan transaksi keuangan. Masyarakat diminta untuk memeriksa uang dengan cara 3D.

“Selalu ingat kata-kata Dilihat, Diraba dan Diterawang atau 3D. Apalagi saat ini menjelang lebaran, biasanya banyak oknum-oknum tertentu memanfaatkan momen jelang lebaran untuk meraup keuntungan dengan melakukan hal-hal negatif seperti mengedarkan uang palsu,” pungkasnya.

(Seda/ars)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

Ratusan Massa di Tasikmalaya Tolak Deklarasi KAMI

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan massa yang tergabung dalam Paguyuban Warga Tasikmalaya...

Pelatih Persib Beberkan Kondisi Cedera Kim dan Zola

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gelandang tim Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan, mengalami cedera di bagian rusuknya setelah berbenturan dengan rekan setimnya saat berlatih di Stadion Gelora Bandung...

Juara US Open 2020, Naomi Osaka Mundur dari French Open 2020

AMERIKASERIKAT,FOKUSJabar.id: Juara US Open 2020, Naomi Osaka menarik diri dari keikutsertaannya pada turnamen tennis Grand Slam, French Open 2020. Pengunduran diri petenis berusia 22...

Lampu PJU Tak Menyala, Jalan Padaherang-Kalipucang Rawan Kriminal dan Kecelakaan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Raya Padaherang-Kalipucang, Pangandaran, banyak yang sudah tidak berfungsi atau bahkan padam. Kondisi PJU pun terkesan dibiarkan...

10 Tips Mempercantik Diri Sederhana, Wanita Wajib Coba

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wanita remaja biasanya memiliki kulit yang cukup baik sehingga sangat mudah untuk mempercantik diri, terlebih wanita remaja masih dalam masa-masa pertumbuhan, kebanyakan wanita...

Viralkan Odading Mang Oleh, Ade Londok Diberi HandPhone oleh Gubernur Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Odading Mang Oleh viral di media sosial setelah dipromosikan Ade Londok dengan gaya khasnya. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) dan istrinya, Atalia Praratya...

Viral! Foto X-ray Wanita dengan Ratusan Susuk

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Selebgram Tasqia Alifa Syabira mendadak jadi perbincangan netizen, setelah mengungga foto x-ray susuk seorang wanita usia 55 tahun yang berjumlah ratusan. "Pasien wanita usia...