spot_img
Senin 26 Februari 2024
spot_img
More

    Hari Malaria Sedunia, Jangan Dianggap Sepele

    BANDUNG, FOKUSJabar.id : Hari Malaria Sedunia ditetapkan oleh World Health Assembly (WHA). Penetapan tersebut diratifikasi pada 23 Mei 2007 di Jenewa, Swiss dan dihadiri 192 negara anggota World Health Organization (WHO). Sebagai upaya mensosialisasikan pendidikan dan pemahaman akan penyakit malaria.

    Gerakan kesadaran akan malaria dimulai di Afrika melalui Africa Malaria Day, bertepatan dengan Deklarasi Abuja yang terjadi pada 25 April 2001 oleh negara-negara endemik.

    Deklarasi Abuja merupakan persetujuan beberapa negara di Afrika untuk mengaplikasikan APBN setidaknya 15 persen guna untuk meningkatkan kesehatan warga negaranya. Sedangkan 0,7 persen APBN disumbangkan untuk negara lain di Afrika yang membutuhkan.

    10 tahun berselang, berdasarkan laporan WHO tahun 2011, hanya satu negara yang mampu mencapai misi tersebut.

    Merupakan suatu penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi Parasit Plasmodium, parasit tersebut hanya disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina.

    Baca Juga : 3 Siswi SMA yang Buka Bra Saat Live Instagram Diamankan Polisi

    Malaria ini tak boleh dianggap remeh. Pasalnya, jika tak ditangani dengan benar, akibatnya bisa berujung kematian, penyebabnya yakni gigitan nyamuk yang telah terinfeksi parasit Plasmodium. Parasit tersebut hanya disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina.

    Dua jenis parasit yang umum di Indonesia adalah Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Jarang sekali menular secara langsung dari satu orang ke orang lainnya.

    Indonesia, peringatan Malaria Sedunia baru dilaksanakan sejak tahun 2008. Menurut World Development Indicators (WDI), tahun 2015, Indonesia menduduki peringkat ke 42 dari 99 negara yang terserang. Seperti Papua, NTT, Maluku dan Bengkulu mempunyai angka terbanyak di Indonesia.

    Penyakit ini bisa menular jika terjadi kontak langsung dengan darah penderita. Janin di dalam kandungan juga bisa terinfeksi karena tertular dari darah ibu.

    Malaria sendiri sebenarnya dapat dihindari. Untuk pencegahan penularan, pemerintah Indonesia telah menjalankan berbagai program, misal dengan tes darah massal dan memberi obat secara gratis di daerah endemik seperti di wilayah pedesaan di Nusa Tenggara dan Papua.

    Menghindari diri dari gigitan nyamuk adalah cara yang paling penting untuk mencegah penularan. Apalagi saat musim hujan tentunya harus ekstra dalam menjaga kesehatan tubuh.

    (Ew)

    Berita Terbaru

    spot_img