spot_img
Sabtu 17 April 2021
spot_img
spot_img

Disperindag Jabar Pastikan Stok Sembako Aman

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat memastikan stok sembako aman menyusul situasi pandemi Covid-19 (virus Corona), Disperindag melakukan pantaun langsung bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, ke Pasar Sederhana kota Bandung, Rabu (18/3/2020). 

Ditengan penyebaran Virus Corana yang terus meningkat Disperindag mengambil langkah antisipasi terutama untuk stabilitas stok sembako serta agar tidak terjadi keterhambatan distibusi sembako ke pasar.
Kepala Disperindag Arifin Soendjayana mengatakan, langkah antisipasi yang diambil di antaranya menambah titik pemantauan bahan pokok hingga 10 titik yang tersebar di Jabar untuk mendapatkan data yang lebih akurat terkait ketersediaan maupun harga bahan pokok. 

Pengecekan rutin pun dilakukan terhadap distribusi bahan pokok yang masuk ke Jabar. Terlebih, kata Arifin, hampir 40-50 persen bahan pokok di Jabar, khususnya Bandung didatangkan dari luar Jabar.

Baca Juga : Emil Malah Blusukan ke Pasar Padahal Penyebaran Covid-19 Sedang Gawat

“Kemudian akan turun ke gudang pasar modern. Kita akan lakukan supaya kita regreg (tenang) lah yah kalau melihat psisinya di gudang modern,” ujar Arifin saat mendampingi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil blusukan di Pasar Sederhana, Kota Bandung, Rabu (18/3/2020).

Berdasarkan hasil blusukan bersama Gubernur, lanjut Arifin, ketersediaan bahan pokok aman. Meski begitu, dia mengakui bahwa gula pasir mengalami kenaikan harga hingga Rp17.000 per kilogram. Menurutnya, kondisi tersebut akibat belum masuknya suplai gula pasir dari importir dan distributor.

“Mudah-mudahan dengan adanya izin impor gula kristal baru ini, Minggu ketiga Maret mudah-mudahan bisa normal di angka Rp12.500-13.000 per kilogram,” ucapnya.

Arifin menambahkan, guna menekan potensi penyebaran Corona, khususnya di pasar-pasar tradisional, pihaknya juga sudah memberikan intruksi kepada pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan penyemprotan desinfektan di pasar-pasar tradisional.

“Penyemportan ini sudah dilakukan setelah jam masa (operasional) pasar, (antara) jam 3-4, ini dilakukan,” tuturnya. (As/DAR)

Artikel Lainnya

spot_img