CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sudah menjadi ciri khas siswa SMK dengan gaya potongan rambut cepak. Hal tersebut menjadi budaya dan aturan yang wajib di taati seluruh siswa, tak terkecuali siswa SMKN 2 Ciamis, Jawa Barat.
Sejumlah siswa SMKN 2 Ciamis melakukan aksi saling cukur di sekolah demi mendapat sebuah absen kehadiran. Mereka di anggap telah melanggar aturan ketentuan kerapihan rambut.
BACA JUGA:
Alasan Gorengan Jadi Menu Favorit Buka Puasa
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN 2 Ciamis, Teguh Patrianda menuturkan, selain menerapkan kedisiplinan, budaya saling mencukur akan menciptakan kemistri di antara siswa.
“Ya, ada siswa yang ngeyel manjangin rambut. Kita suruh saling cukur saja sama teman-temanya. Jika tidak, kita alpakan atau tidak di anggap mengikuti pelajaran meskipun hadir. Di sekolah di sediakan alat cukur,” jelasnya, Jumat (21/2/2020).
Teguh menjelaskan, aturan kerapihan rambut di SMK memang diterapkan sesuai kebutuhan industri, yang mana hampir semua pekerja industri rambutnya seragam cepak.
“Kita menanamkan komitmen melalui kedisiplinan menata rambut. Selain itu, dalam bekerja ada prosedur terkait rambut yang diterapkan demi kesehatan dan keselamatan pekerja. Karenanya, kita tanamkan sejak dini,” jelasnya
(Fansyah/Bam’s)


