Sabtu 19 September 2020

Marak Praktek Pelecehan Seksual di Kampus, Korps PMII Demo ke Kemendikbud

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Sejumlah mahasiswi dari berbagai kampus di tanah air yang tergabung dalam Korps PMII Puteri Jawa Barat melakukan aksi Unjuk Rasa (Unras) ke kantor Kemendikbud RI.

Mereka menuntut agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim melakukan pemeriksaan ke sejumlah kampus yang diduga dosen, staf dan mahasiswa senior kerap merayu mahasiswi untuk diajak melakukan seks bebas, pelecehan seksual serta memecat mereka yang sudah terbukti berbuat bejat.

Ketua Korps PMII Puteri Jawa Barat, Apriyanti Marwah mengatakan, aksi damai di depan Gedung Kemendikbud sebagai bentuk kepedulian terhadap rekan-rekan mahasiswi yang sudah menjadi korban kebejatan para dosen dan staf di berbagai kampus.

“Kami menuntut Mendikbud untuk membersihkan praktek-praktek bisnis lendir di lingkungan kampus. Ini sudah mencoreng nama baik lembaga pendidikan di tanah air,” tegas Apriyanti Marwah melalui releasenya yang diterima FOKUSJabar.id, Selasa (11/2/2020) malam.

Menurut dia, aksi tersebut untuk menyuarakan rintihan dan kesedihan yang dialami rekan-rekan mahasiswi yang sudah direnggut keperawanannya dari pelampiasan nafsu bejat sejumlah dosen dan staf di berbagai kampus di tanah air.

“Menteri harus mendengar suara kami agar praktek-praktek seks bebas dan pelecehan seksual di sejumlah Perguruan Tinggi (PT) dapat dibasmi. Gunakan hak dan wewenang sebagai Menteri agar tidak ada lagi  yang menjadi korban kebiadaban para oknum dosen maupun staf kampus serta mahasiswa senior,” harap dia. 

Pihaknya menaruh harapan besar terhadap Menteri Nadiem yang memiliki semangat progresif dan semangat perubahan untuk menuntaskan kasus yang sangat memalukan tersebut.

“Program kampus seperti penelitian atau riset, praktek lapangan (KKN), magang serta kegiatan kampus lainnya, menjadi kesempatan para dosen dan staf pengajarnya untuk menggarap sejumlah mahasiswinya dan tidak sedikit mahasiswi hamil duluan,” paparnya.

Dia menduga bahwa praktek bisnis lendir di sejumlah lingkungan kampus sudah ada, dan sudah menjadi rahasia umum di lingkungan kampus.

“Di sinilah seharusnya Kemendikbud mengambil sikap tegas untuk berpihak terhadap kampus dan memperbaiki nama baik kampus agar bebas dari berbagai perbuatan yang tercela,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

Polres Ciamis Sita Puluhan Botol Miras Dari Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis berhasil menyita puluhan botol minuman keras (Miras)...

KPK Periksa 4 Orang Saksi Kasus Suap MA

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Plt Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri mengatakan, penyidik telah mengonfirmasi saksi Nurfaizah dari unsur swasta terkait kepemilikan mobil milik...

Viralkan Odading Mang Oleh, Ade Londok Diberi HandPhone oleh Gubernur Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Odading Mang Oleh viral di media sosial setelah dipromosikan Ade Londok dengan gaya khasnya. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) dan istrinya, Atalia Praratya...

PMI Bogor Punya Tim Penanganan Jenazah Covid-19

BOGOR,FOKUSJabar.id: Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor membentuk tim penanganan jenazah pasien Covid-19 di 416 desa se-Kabupaten Bogor, Jabar. Hal ini dalam rangka peringatan...

IDI Jabar Minta Pemda Pertegas Sanksi Pelanggar PSBB

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jawa Barat meminta pemerintah daerah (pemda) mempertegas sanksi soal pelanggaran protokol kesehatan jika tidak mau kembali ke pemberlakuan...

Realme 7i akan Debut di Indonesia, Intip Spesifikasinya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Realme 7i resmi meilih pasar indonesa menjadi negara peluncuran perdananya secara global, Senin (14/9/2020). Realme akan memperkenalkan Realme 7i bersamaan dengan peluncuran Realme 7...

1 Polwan Papua Meninggal Ditabrak Minibus

JAYAPURA,FOKUSJabar.id: Bripka Polwan Christin Batfeny, anggota Propam Polda Papua, tewas mengenaskan akibat ditabrak minibus saat menuju ke kantornya, Rabu (16/9/2020). Korban yang menggenakan pakaian dinas...