BANDUNG, FOKUSJabar.id: Selama tahun 2019, sebanyak 138 warga sudah mendaftar ke PD Kebersihan Kota Bandung, Jawa Barat untuk meminta jasa pengangkutan sampah.
Upaya tersebut dilakukan PD Kebersihan guna meminimalisir pembuangan sampah ke lokasi yang tidak semestinya seperti sungai.
Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Bagian Humas PD Kebersihan, Asep Koswara pada acara Bandung Menjawab di Balaikota Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa (21/1/2020).
“Sehingga kita ada yang namanya program buang sampah besarnya diangkut oleh PD Kebersihan Kota Bandung,” ucapnya.
Menurutnya, untuk program angkut sampah tersebut warga bisa mendaftar melalui nomor 022-7207889.
“Untuk teknis pendaftarannya harus menyebut nama, alamat lengkap, jenis sampahnya apa dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kalau bisa, sampah yang akan diangkut sudah disiapkan dijalan agar kita bisa langsung mengangkutnya,”jelas Asep.
Asep mengatakan, sebelum dilakukannya program angkut sampah, masyarakat banyak yang membuang sampah ke sungai atau membakar sampah di pemukiman. Namun, diakui Asep, sekarang sudah mulai banyak masyarakat yang ingin membuang sampah sesuai aturan.
“Namun banyak warga yang mengaku bingung untuk membuang sampah besar. Akhirnya kami hadirkan program tersebut. Alhasil mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke sungai yang tentunya akan menyebabkan banjir atau bencana lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut Asep mengatakan, sampah besar yang banyak dibuang ke sungai menjadi penghambat aliran sungai seperti pembuangan spring bed, sofa, ban, sampai dengan lemari es.
Barang-barang tersebut tidak sedikit dibuang warga dengan alasan sudah tidak terpakai dan kerap juga membuang ke lahan kosong.
“Program tersebut ternyata direspon positif walaupun belum maksimal. Karena itu kami imbau, jika memang ada sampah rumah tangga besar harap warga bisa menggunakan program angkut sampah besar tersebut,” tuturnya.
Selain itu, untuk warga yang ingin membuang sampah besar sendiri bisa memanfaatkan lahan-lahan pembuangan sampah yang sudah ditetapkan.
“Sampah besar dikumpulkan di lima wilayah, diwilayah Barat yakni dikawasan Holis, Selatan dikawasan Jalan Sekelimus, wilayah Timur di Jalan Pasir Impun, wilayah Utara di Jalan Sadang Serang samping DLHK atau bisa lewat media sosial @pdkebersihanbdg,” jelasnya.
Menurutnya, tidak hanya Kota Bandung, tidak sedikit warga luar Kota Bandung yang meminta untuk angkut sampah besar.
“Mungkin bisa jadi ke depan sifatnya akan komersial. Apalagi banyak juga yang minta dari luar warga Bandung. Dalam menginventarisir sampah, yang sudah residu dibuang ke tempat sampah bisa dijual dan uangnya diberikan untuk infak,” terangnya.
“Sementara, sampah yang sifatnya organik bisa dipilah dikembalikan ke alam. Salah satu contohnya seperti makanan. Dan sampah besar diangkut dan ternyata di lapangan sampah-sampah tersebut masih dalam kondisi baik sekitar 80 persen,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni/Bam’s)