spot_img
Minggu 1 Februari 2026
spot_img

Lima Petinju Korea Selatan Jajal Kemampuan Atlet Jabar Selama 12 hari

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Belum menggelar sentralisasi pelatda PON XX, tim tinju Jabar mendapat kunjungan dari atlet asal Korea Selatan. Sekitar 12 hari, atlet tinju Jabar berlatih bersama dengan atlet Korea Selatan di GOR Tinju, Jalan Pajajaran Kota Bandung, 5-17 Januari 2020.

Pelatih Kepala Tinju Jabar, Ronny Sigarlaki menuturkan, petinju asal negeri ginseng tersebut sudah tiba di Kota Bandung sejak awal Januari 2020. Namun, para atlet baru berlatih bersama petinju Jabar sejak tanggal 5 Januari 2020.

“Atlet Korea Selatan yang ikut berlatih di Jabar ini sebanyak 5 orang dengan rincian 4 atlet putra dan satu atlet putri. Mereka merupakan petinju dari universitas Yongju, bukan atlet elite Korea Selatan. Mereka berlatih disini karena di negaranya sedang musim dingin dan pulang ke negaranya pada tanggal 20 Januari,” ujar Rony saat ditemui di GOR Tinju, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (16/1/2020).

Kedatangan atlet asal Korea Selatan, diakui Ronny, sangat membantu persiapan petinju Jabar untuk menghadapi PON XX. Pasalnya, petinju Jabar mendapatkan partner latihan sekaligus lawan tanding yang bisa meningkatkan kemampuan atlet.

“Dari sisi program memang masih dalam tahapan persiapan umum, belum masuk ke tahapan khusus. Tapi kita manfaatkan kedatangan mereka ke Bandung sebagai lawan latih tanding bagi atlet-atlet kita sekaligus menambah jam terbang atlet,” terangnya.

Berdasarkan hasil babak kualifikasi PON XX, lanjut Ronny, tim tinju Jabar berhasil meloloskan atlet di 13 kelas pertandingan dari total 17 kelas yang dipertandingkan. Dengan rincian, 8 kelas di kelompok putra dan 5 kelas di kelompok putri.

“Kita belum lakukan sentralisasi pelatda PON XX dan diharapkan bisa segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Sekarang baru 8 atlet yang bergabung berlatih bersama disini sedangkan 5 atlet lainnya berlatih di daerah masing-masing. Atlet-atlet ini belum pasti masuk di tim inti karena kita masih menerapkan sistem promosi degradasi. Toh kelolosan di PON XX pun berdasarkan entry by class bukan by number, jadi masih memungkinkan ada perubahan,” tegasnya.

(Ageng)

spot_img

Berita Terbaru