BANDUNG, FOKUSJabar.id: Perguruan Pusat Tarung Derajat mengapresiasi pembinaan yang dilakukan Pengurus Cabang (Pengcab) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Bandung yang dinilai cukup berhasil.
Hal ini terlihat dari animo dari satuan latihan (satlat) yang mengirim atletnya pada Kejuaraan Tarung Derajat ‘Piala Wali Kota Bandung 2019’ yang digelar di GOR Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Jumat-Minggu (25-27/10/2019).
Sang Guru Muda Tarung Derajat, Badai Meganegara menuturkan, Kota Bandung mampu membuktikan sebagai barometer pembinaan olahraga tarung derajat. Ini terlihat dari pelaksanaan kejuaraan yang dibagi dalam beberapa kelompok usia serta berat badan, diikuti oleh sekitar 377 atlet dari satlat-satlat Tarung Derajat di Kota Bandung.
“Ini membuktikan jika pembinaan dan perkembangan olahraga tarung derajat di Kota Bandung cukup baik dan berhasil. Bahkan banyak muncul atlet-atlet yang baru pertama kali turun dalam sebuah pertandingan resmi. Memang tidak banyak teknik pukulan atau tendangan yang diterapkan dalam pertandingan, tapi setidaknya mereka punya pengalaman bertanding dan itu sudah cukup bagus,” ujar Badai.
Untuk itu, Badai berharap, pengcab Kodrat Kota Bandung terus meningkatkan pola pembinaan yang sudah dilakukan. Atlet-atlet potensial yang terpantau dari kejuaraan, diharapkan bisa terus dibina lebih matang. Baik dari sisi teknik maupun fisik, mulai dari kelompok usia anak-anak hingga senior.
” Saat ini, tidak ada lagi kota atau kabupaten yang dominan pada kejuaraan tarung derajat di tingkat Jabar. Begitu pun di tingkat nasional. Semua sudah hampir merata karena daerah lain pun melakukan pembinaan meski (mungkin) belum sebaik Kota Bandung,” tambahnya.
Selain itu, Badai mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui KONI Kota Bandung yang memfasilitasi gelaran kejuaraan. Pihaknya menuturkan, pembinaan yang sudah baik dilakukan cabang olahraga harus mendapat dukungan positif dari pihak pemerintah.
” Kalau mau mencetak prestasi puncak, peran serta pemerintah harus ada. Tidak bisa begitu saja ‘tutup mata’ meski tarung derajat ini sudah terkenal dengan kemandiriannya serta dana bukan jadi alasan untuk tidak berjalannya kegiatan. Kami berharap kejuaraan Piala Wali Kota Bandung seperti ini harus menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Bandung, baik melalui KONI atau Dispora Kota Bandung. Ini harus dicontoh kota dan kabupaten lain di Jabar,” tegasnya.
(ageng/bam’s)


