Jumat 18 September 2020

Demo Tolak RKUHP dan RUU KPK Rusuh

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ribuan massa aksi ricuh di halaman Gedung Sate Bandung, Senin (30/9/2019).

Ribuan massa dipukul mundur gas air mata, tampak beberapa dari massa kelelahan dan dibawa tim medis ke mobil medis.

Massa mulai beringas menjelang maghrib, bahkan sebagian masaa mengarahkan lemparan ke arah Gedung Sate.

Untuk diketahui, aksi ini masih terkait RKUHP dan menolak revisi Undang -undang KPK.

Massa mulai beringas menjelang maghrib, bahkan sebagian masaa mengarahkan lemparan ke arah Gedung Sate.

Untuk diketahui, aksi ini masih terkait RKUHP dan menolak revisi Undang -undang KPK.

Aparat kepolisian selain bersiaga, juga memanggil guru Bimbingan dan Konseling (BK) se SMA dan SMK Kota Bandung untuk diberi arahan agar mengondusifkan para siswa.

Aksi unjuk rasa di Jalan Diponegoro Senin 30 September 2019 rusuh (foto LIN)

Sebelumnya, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema menjelaskan, dampak perkembangan aksi demonstrasi dalam sepekan terakhir berdampak pada terpengaruhnya para pelajar.

“Hasil analisa intelejen, mereka terpengaruh, lost control, melakukan yang tidak sepenuhnya dilakukan oleh pelajar,” kata Irman di sela dialog kepada guru – guru BK di Pospam aksi kawasan Gedung Sate.

Dari pengawasan yang dilakukan, para pelajar ini terpengaruh oleh jaringan media sosial dan berakibat pada tindakan yang mengarah pada tindakan melawan hukum.

“Sementara mereka melakukan sarana media sosial, ada pelajar yang tidak ngerti apa – apa, isi tasnya batu,” kata dia.

Dengan arus informasi yang berkembang pesat pihaknya membutuhkan bantuan guru BK agar mengawal para siswa.

“Karena memang begitu cepat, kita perlu mengantisipasi bersama. Kita tidak tahu ketika mereka provokasi, melakukan perlawanan. Kami melakukan langkah – langkah persuasif, mungkin karena media sosial,” kata dia

(LIN)

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

Pemain Persik Positif Covid-19, Ini kata Persib Pelatih Robert Rene Albert

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung Robert Rene Albert angkat bicara...

Pemkot Bandung Belum Izinkan SPA Beroprasi Kembali

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung belum mengizinkan spa untuk beroperasi pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Pasalnya, pada Peraturan Wali Kota Bandung (Perwal) No...

1 Apartemen di Jaktim Terbakar Akibat Puntung Rokok?

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kasi Pencegahan Damkar Jakarta Timur (Jaktim), Edi Purwako mengatakan, api yang membakar satu tempat tinggal warga di Apartemen Central Timur, Pulogebang, Minggu (13/9/2020)...

Kasus DBD Kota Tasikmalaya Tinggi, Kemenkes Turun Tangan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kementerian Kesehatan RI meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya agar lebih serius lagi dalam melakukan upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) agar tidak ada...

Staf Komentar Tak Senonoh ke FANATICS, Agensi Minta Maaf

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Agensi FENT Entertainment merilis permintaan maaf kepada FANATICS terkait komentar stafnya yang tidak pantas. Mereka merilis pernyataan ini setelah ramai pemberitaan soal FANATICS menjadi...

Lansia di Ciamis Masih Tinggal di Rumah Tidak Layak

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis masih benyak warga yang tinggal di rumah yang tidak layak huni, padahal setiap tahunnya ada anggaran untuk perbaikan rumah tidak layak huni....

Viralkan Odading Mang Oleh, Ade Londok Diberi HandPhone oleh Gubernur Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Odading Mang Oleh viral di media sosial setelah dipromosikan Ade Londok dengan gaya khasnya. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) dan istrinya, Atalia Praratya...