Jumat 18 September 2020

Peneliti Chiba University Jepang Tertarik Produk Anyaman Bambu Selaawi Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Pengrajin anyaman bambu Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut kedatangan sejumlah dosen sekaligus peneliti dari FSRD-ITB dan Chiba University, Jepang, Kamis (14/3/2019) kemarin.

Camat Selaawi saat menerima kunjungan Mahasiswa Unpar

Camat Selaawi, Ridwan Effendi menjelaskan, maksud dan tujuan mereka untuk melakukan observasi pendahuluan tentang produk budaya bambu masyarakat Selaawi. Mulai dari produk hingga peralatan yang digunakan.

Usai kunjungan ke beberapa lokasi produksi sambung Camat, para dosen/peneliti mengaku sangat tertarik dengan beberapa produk yang dihasilkan para pengrajin. Termasuk alat-alat yang digunakan dan  jenis bambu sebagai bahan bakunya.

“ Mereka sangat tertarik dengan pruduk, alat dan bahan baku yang digunakan para pengrajin di sini,” kata Ridwan kepada FOKUSJabar.id, Jumat (15/3/2019).

Menurut Ridwan, Dosen Chiba University, Jepang bersama dosen peneliti ITB bermaksud untuk merumuskan rencana penelitian lebih jauh dan beberapa alternatif lokasi di Indonesia.  Khusuanya di Kecamatan Selaawi.

Sebelumnya FOKUSJabar.id mengabarkan, sejumlah dosen dari dalam dan luar negeri berkunjung ke wilayah Kecamatan Selaawi. Mereka adalah, Imam Damar Djati Dosen FSRD-ITB, Prof. Mitsunori Kubo (Dosen Chiba University, Jepang), Prof. Fumio Terauchi (Dosen Chiba University, Jepang) dan Moe Maruyama, Doctoral Student, asisten Prof Kubo.

“ Mereka akan membandingkan beberapa peralatan/produk dari bambu yang dibuat di sini dengan yang dibuat di Jepang untuk melihat kesamaan dan perbedaan perkembangan pemanfaatannya. Baik di masa lalu maupun masa kini,” kata Camat Selaawi.

Ridwan menyebut, kunjungan mereka merupakan salah satu kegiatan penjajakan dalam rangka rencana riset kolaboratif antara beberapa Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)-ITB dengan beberapa Dosen dari Graduate School of Engineering, Chiba University, Jepang.

Dimana sebelumnya, kegiatan yang telah dilaksanakan berupa kegiatan kerjasama pendidikan dan pengajaran. Yakni, kuliah umum/tamu, seminar dan workshop, program double degree, studi lanjut program master dan doktoral.

Menurut rencana, antara bulan Juni-Juli 2019, para pengrajin Selaawi bakal dikunjungi komunitas  mahasiswa dari 10 negara anggota ASEAN.

(Andian/Bam’s)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

BP JAMSOSTEK Berikan Relaksasi Ringankan Beban Masyarakat

BANDUNG,FOKUSJabar.id: BP JAMSOSTEK langsung memberikan respon terkait penerbitan Peraturan...

Kepemimpinan Kabareskrim Listyo Sigit Berkesan di hati Pendekar dan Jawara se-Banten

BANTEN,FOKUSJabar.id: Kabareskrim Polri  Komjen Listyo Sigit Prabowo meninggalkan kesan sangat baik sebagai pemimpin di mata para pendekar, jawara dan tokoh ada se Provinsi Banten....

Jabar Capai Target Juara Umum Kejurnas E-Poomsae 2020

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tim poomsae Jawa Barat berhasil menjadi juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) E-Poomsae 2020. Dari lima nomor yang diikuti, Jabar meraih 3 medali...

Viralkan Odading Mang Oleh, Ade Londok Diberi HandPhone oleh Gubernur Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Odading Mang Oleh viral di media sosial setelah dipromosikan Ade Londok dengan gaya khasnya. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) dan istrinya, Atalia Praratya...

Di Kota Banjar 1 Hari Pasien Positif Corona Bertambah 5 Orang

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dalam satu hari kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Banjar bertambah sebanyak lima orang diantaranya dua orang tenaga kesehatan (Nakes) dan tiga orang...

Saham Tokyo Naik 0,62 Persen

TOKYO,FOKUSJabar.id: Saham-saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada perdagangan Senin (14/9/2020) pagi. Kondisi tersebut memperpanjang tren kenaikan akhir pekan lalu karena ekspektasi kelanjutan kebijakan ekonomi pemerintah...

IDI Jabar Minta Pemda Pertegas Sanksi Pelanggar PSBB

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jawa Barat meminta pemerintah daerah (pemda) mempertegas sanksi soal pelanggaran protokol kesehatan jika tidak mau kembali ke pemberlakuan...