Jumat 18 September 2020

Pemkot dan BPJS Kesehatan Tasikmalaya MoU Tingkatkan Layanan Kesehatan

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya bersama BPJS Kesehatan Cabang setempat sepakat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mendorong masyarakat agar semua menjadi peserta JKN-KIS.

Hal itu diwujudkan dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama Memorandum of Understanding (MoU) Pemkot Tasikmalaya dengan BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Selasa (8/1/2019) kemarin.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, MoU tersebut sebagai bentuk komitmen bersama BPJS Kesehatan dalam mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

” Saya mau masyarakat Kota Tasikmalaya tidak ada lagi yang kesusahan mendapatkan layanan kesehatan disaat sakit serta tidak ada lagi yang mengeluh terhadap pelayanan BPJS Kesehatan. Semuanya tertolong dan mendapatkan layanan yang sama,” ungkap Wali Kota.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tasikmalaya, Triwidhi Hastuti Puspitasari mengungkapkan, tahun 2018 lalu BPJS Kesehatan mencatat tunggakan iuran dari peserta mandiri program jaminan kesehatan Rp16 milyar lebih.

” Serapan iuran tahun lalu baru mencapai 40 persen dari jumlah peserta JKN-KIS yang terdaftar sebanyak 104.642 peserta,” ujar Triwidhi.

MoU tersebut sambung Triwidhi tentunya akan meningkatkan serapan iuran peserta JKN-KIS Kota Tasikmalaya, karena pemerintah mendorong masyarakatnya untuk taat membayar iuran.

” Tahun lalu serapan memang baru di kisaran 40 persen. Namun di tahun ini kita targetkan serapan iuran masuk 100 persen,” ucapnya.

Pihaknya mengimbau agar peserta JKN taat dan tertib membayar iuran. Itu semua untuk mereka.

” Iuran JKN-KIS adalah kewajiban bagi peserta untuk membantu sesama, jika terus menunggak ada sanksi yang diterima,” tegasnya.

Berdasarkan data di BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, jumlah masyarakat Kota Tasikmalaya sampai Desember 2018 lalu yang belum terdaftar dalam program JKN-KIS mencapai 36.510 jiwa.

” Tahun lalu, kepesertaan JKN-KIS baru mencapai 74,29 persen. Melalui MoU ini, kita targetkan masyarakat Kota Tasikmalaya tahun 2019 sekarang bisa mencapai 95 persen,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

Permen PUPR 14/2020, Peluang Perusahaan Jabar Dominasi Proyek PUPR

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kehadiran Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan...

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Mengancam Petani

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah ancaman kekeringan akibat kemarau, para petani di Kabupaten Tasikmalaya diresahkan kelangkaan pupuk bersubsidi. Kelangkaan pupuk diduga akibat pihak supplyer lambat mendistribusikan...

iPad Gen 8 Resmi Diperkenalkan, ini Spesifikasinya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: iPad Gen 8 resmi diumumkan apple dalam dalam acara virtual di Apple Campus, Amerika Serikat, Rabu (15/9/2020). "Tahun ini menjadi tahun-nya iPad. Awal tahun...

PM Gatra: 3 Potensi yang Dimiliki Garut Utara

GARUT,FOKUSJabar.id: Secara marathon Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) terus bergerak melakukan sosialisasi kepada para tokoh. Hal itu dilakukan sebagai syarat administratif pengusungan Calon...

Pangandaran Tidak Akan Terapkan PSBB

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Jawa Barat tidak akan mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti DKI Jakarta. Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, peningkatan...

PDAM Tirta Sukapura Tasikmalaya Jamin Air Bersih Cukup Hingga Kemarau

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: PDAM Tirta Sukapura Tasikmalaya menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat akan tetap aman dan mencukupi dalam memenuhi kebutuhan, untuk menghadapi musim kemarau nanti. Pelaksana...

Polres Banjar Gencar Lakukan Edukasi dan Sosialisasi 3M

BANJAR, FOKUSJabar.id: Polres Banjar rutin melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Banjar,...