spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BI Siap Dampingi Gapoktan Kembangkan Pertanian Padi Organik

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Melihat luasnya potensi lahan pertanian yang ada di Kab.Tasikmalaya membuat lembaga keuangan, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya berupaya mengembangkan terobosan baru di sektor komoditi pangan dengan pengembangan Budidaya Padi total organik.

” Di Kabupaten Tasikmalaya, lahan pertaniannya masih sangat luas ada sekitar 51.297 hektar, luas lahan ini kalau kita maksimalkan, mampu mendongkrak pendapatan ekonomi petani sehingga petani-petani di Kab.Tasikmalaya hidupnya akan sejahtera,”ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji, saat meresmikan panen perdana Demplot Klaster Padi Organik,  di Dsn. Cijoho, Ds.Sundakerta Kec.Sukahening Kab.Tasikmalaya Kamis (06/12/18).

Dari luas lahan pertanian yang ada tersebut, baru 16 persennya lahan pertanian yang memanfaatkan metode Padi Budidaya organik, sehingga ini menjadi peluang bagi para petani di Kab.Tasikmalaya untuk beralih ke pola pertanian sistem padi organic.

” Keuntungan pola tanam padi organik lebih menguntungkan dan memaksimalkan hasil produktivitas lahan, saya contohkan petani konvensional perhektarnya hanya mampu menghasilkan produksi 5 atau 6 ton gabah, namun dengan pola padi organik mampu mencapai 12,5 ton sekali panen,”sambung Heru.

“ Otomatis dengan dua kali lipat yang dihasilkan, tentunya akan berdampak terhadap meningkatnya pendapatan petani, hal ini akan menjadikan kehidupan petani lebih sejahtera,” jelasnya.

Heru sangat berharap, agar sistem pertanian padi organik di Kab.Tasikmalaya di minati para petani, pihaknya pun akan terus melakukan pendampingan bagi petani dengan memberikan pengetahuan dan ilmu bercocok tanam budidaya padi organic.

” Kita lakukan program pelatihan teknik budidaya padi organik secara teori dan praktek on farm serta pelatihan penguatan kelompok dan pendampingan fungsi-fungsi di struktur Gapoktan agar mampu membuat pola tanam yang benar seperti cuaca, rotasi tanaman dan siklus tanam,” tuturnya.

Dirinya pun menginginkan, masyarakat mau terjun menjadi petani karena sektor pertanian saat ini sudah menjadi bidang usaha yang menguntungkan dalam kehidupan.

” Seluruh Gapoktan termasuk generasi muda, mari kita tekuni bidang pertanian karena sektor ini sangat produktif dan dapat dijadikan pegangan dalam hidup,” pungkasnya.

(Seda/Hendra)

spot_img

Berita Terbaru