spot_img
Sabtu 7 Februari 2026
spot_img

Gagal Sumbang Emas, 17 Cabor di Kota Bandung Terancam Tak Ikut Porprov XIV Jabar Tahun 2022

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kontingen Kota Bandung gagal mencapai target 174 medali emas dan menempati posisi runner up pada multievent Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat yang digelar di Kabupaten Bogor, 5-15 Oktober lalu.
Pada Porda XIII Jabar tahun 2018, Kota Bandung hanya mampu meraih 131 medali emas, 149 medali perak, dan 139 medali perunggu.
Kegagalan Kota Bandung mencapai target 174 medali emas tersebut, tidak terlepas dari gagalnya 19 Cabang Olahraga (Cabor) mempersembahkan medali emas di Porda XIII Jabar tahun 2018. Dari 19 Cabor, 17 diantaranya ditargetkan mempersembahkan sebanyak 39 medali emas dari 219 nomor pertandingan yang diikuti.
Ke-17 Cabor tersebut, anggar, arung jeram, balap motor, menembak, petanque, terjun payung, sepatu roda, dayung, rugbi, sepak bola, gulat, ski air, tenis lapang, tenis meja, bola voli pasir, catur, dan sepak takraw. Dengan berbagai alasan, ke-17 cabang olahraga tersebut tak mampu mempersembahkan satupun medali emas.
“Bagi cabang olahraga yang gagal total mempersembahkan medali emas, kita akan berikan sanksi tegas. Salah satunya dengan tidak mengikutsertakan cabang olahraga tersebut pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV tahun 2022 mendatang,” ujar Ketua KONI Kota Bandung, Aan Johana saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Senin (22/10/2018).
Sanksi yang diberikan, lanjut Aan, merupakan sanksi yang mendidik dan tidak ‘membunuh’ proses pembinaan yang dilakukan cabang olahraga bersangkutan. Kepastian untuk tidak mengikutkan 17 cabang olahraga yang gagal total meraih medali emas tersebut pada Porprov XIV tahun 2022, bukan menjadi keputusan mutlak.
“Kita akan lihat perkembangan prestasi dari 17 cabang olahraga tersebut pada ajang kompetitif. Seperti di ajang kejurda, kejurnas, kejuaraan level regional maupun nasional, hingga kejuaraan internasional. Kalau ada peningkatan prestasi dalam dua tahun kedepan, rencana tidak mengikutsertakan mereka pada Porprov IV Jabar tahun 2022 bisa kita pertimbangkan ulang,” terangnya.
Untuk menganalisis perkembangan dan atau peningkatan prestasi ke-17 cabang olahraga tersebut, Aan mengaku akan meminta Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) untuk membuat parameter penilaian yang terukur. Namun sanksi yang sudah pasti akan diterapkan kepadqa 17 cabang olahraga tersebut yakni pengurangan dana operasional maupun fasilitas yang biasanya mereka terima.
“Ini menjadi tantangan buat mereka. Apakah frustrasi atau justru termotivasi untuk bangkit dan membuktikan kemampuan mereka. Untuk sanksi lanjutan kita akan bicarakan kemudian. Yang jelas kami ingin berlaku adil. Cabang olahraga yang melebihi target, mencapai target, apalagi juara umum, dipastikan akan mendapatkan perlakukan berbeda,” tegasnya.
“Khusus bagi cabang olahraga yang berhasil menjadi juara umum Porda XIII Jabar, kita akan siapkan bonus khusus di luar bonus yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.  Begitu pun untuk dana operasional dan fasilitas, kami akan buat tingkatan berbeda. Untuk yang juara umum, untuk yang over target, untuk yang mencapai target, untuk yang di bawah target, pasti berbeda,” pungkas Aan.
(ageng/bam’s)
spot_img

Berita Terbaru