spot_imgspot_img
Sabtu 14 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ini Kondisi Jalur KA Cibatu-Garut yang Bakal Direaktivasi PT KAI

GARUT, FOKUSJabar.id : PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera mereaktivasi empat jalur Kereta Api (KA) di Provinsi Jawa Barat. Yakni, rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey dan Rancaekek-Tanjungsari.

Menurut Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, reaktivasi tersebut butuh dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Terkhusus masalah penertiban warga yang tinggal di sekitaran rel yang akan di aktifkan.

BACA JUGA:

Tolak Tawaran Profesor di Jerman, Brigjen  Bangkit Widodo Pilih Mengabdi untuk Negara

” Dari empat jalur tersebut, kami akan evaluasi terlebih dulu lokasi mana yang paling mungkin di lakukan secepatnya. Serta jalur mana yang akomodatif membantu masyarakat,” kata Edi.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) menilai, reaktivasi jalur KA menguntungkan bagi masyarakat untuk mempermudah transportasi. Selain itu, menumbuhkan perekonomian warga.

” Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa. Di mana masyarakat kemana- mana bisa naik kereta. Reaktivasi ini bisa segera selesai dan langsung terintegrasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung,” harap Emil.

Terkait hal tersebut, FOKUSJabar.id mencoba menelusuri jalur KA rute Cibatu-Garut. Saat ini kondisinya sudah tidak berfungsi lagi.

Sebagian besar rel sudah tidak nampak karena tercor dengan beton, banyak bangunan berdiri di atas rel dan di jadikan lahan pesawahan. Bahkan di daerah Pasir Jengkol, Kecamatan Sukawening (dekat eks stasiun) di jadikan tempat usaha (kandang ayam).

Dengan begitu, meski pengaktifan kembali jalur KA Cibatu-Garut  khususnya akan mempercepat pembangunan di Kabupaten Garut. Namun di prediksi bakal mendapat reaksi penolakan terlebih dulu dari warga yang sudah puluhan tahun menempati lahan PT KAI.

(Andian/Bam’s)

spot_img

Berita Terbaru