spot_imgspot_img
Rabu 11 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut, Ini Komentar Warga

GARUT, FOKUSJabar.id : PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera mereaktivasi empat jalur kereta api di wilayah Provinsi Jawa Barat. Ke-empat jalur tersebut yakni, Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey dan Rancaekek-Tanjungsari.

Reaktivasi tersebut mendapat dukungan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil). Dia menilai, sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk lebih memudahkan transportasi.

Selain itu, daerah-daerah yang di lalui kereta pun perekonomiannya bisa tumbuh karena ada pergerakan orang dan barang dengan aksesibilitas yang semakin mudah.

BACA JUGA:

Kenangan Indah Garut Tempo Doeloe

Tidak hanya Gubernur Jabar, sebagian besar warga pun menyambut baik reaktivasi jalur kereta api tersebut. Salah satunya jalur Cibatu-Garut.

Menurut istri Diky Chandra, mantan Wakil Bupati Garut, Rani Permata, rencana pengaktifan kembali kereta api jalur Cibatu-Garut memang baik. Dengan begitu, masyarakat memiliki alternatif road selain Angkutan Kota (Angkot) atau ojek.

Hanya saja, sambung Rani, reaktivasi tersebut mesti gencar di sosialisasikan kepada masyarakat. Terutama mereka yang sudah kadung puluhan tahun menempati lahan Right of Way (RoW) milik PT KAI.

Artinya, harus di lakukan pendekatan dari hati ke hati, di berikan pemahaman bahwa lahan yang mereka tempati bukan haknya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Sehingga nantinya menghambat reaktivasi tersebut.

“ Mereka harus di berikan pemahaman bahwa lahan yang di tempati bukan haknya,” ucap Line Produser FTV “ Hidayah Untuk Suami Tercinta,” Kamis (20/9/2018).

Rani mencontohkan, karena minim sosialisasi pembangunan gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi mubazir karena mungkin masyarakat belum memahaminya karena saat pembangunan belum sepenuhnya diajak berunding dari hati ke hati.

Senada disampaikan warga Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Didi Akhdiat yang juga Ketua LSM Putera Garut. Menurut dia, secara regulasi memang itu hak PT KAI. Meski begitu, tetap perlu sosialisasi agar masyarakat yang  terkena dampak bisa paham dan mengerti.

Didi menambahkan, meski secara transportasi tidak terlalu signifikan, namun menggunakan jasa Kereta Api memiliki kecepatan, kenyamanan dan biaya transportasi lebih murah.

Sementara Ketua Paguyuban Pemuda dan Pemudi Sucinaraja (P3S), Engkus Kusnadi menyebut, rencana reaktivasi sangat bagus. Selain terjangkau juga terhidar dari kemacetan. Artinya akan menguntungkan masyarakat.

“ Kami setuju jalur Cibatu-Garut diaktifkan kembali. Hanya saja, perlu dibangun juga stasiun-stasiun kecil untuk memudahkan para pengguna jasa Kereta Api,” singkat Kusnadi.

(Andian/Bam’s)

spot_img

Berita Terbaru