TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Pertumbuhan ekonomi di wilayah Priangan Timur diperkirakan terus mengalami tren pertumbuhan ke arah yang positif salah satu pendorongnya yakni komponen konsumsi rumah tangga (engine of growth).
Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji saat acara Bincang Bareng Bersama Media di RM Gunung 7, jalan Sukarindik Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya Jum’at (11/05/18).
”arah pertumbuhan ekonomi ke depan di wilayah priangan timur menunjukkan rasa optimisme karena tumbuh membaik, ini diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,7 persen sampai 6,2 persen di tahun 2018 sekarang,”ujar Heru.
Ditambahkan, pendorong tumbuhnya perekonomian ini seiring dengan kegiatan-kegiatan keagamaan, Ramadhan dan lebaran disamping itu terealisasinya beberapa proyek infrastruktur Pemerintah serta pelaksanaan pilkada pada juni 2018 mendatang yang mendorong belanja pemerintah meningkat,”ungkapnya.
Dia pun menjelaskan, banyak sumbuh-sumbuh ekonomi yang memang menjadi penyumbang tumbuhnya ekonomi di daerah misalnya sektor pariwisata, usaha perdagangan, usaha industri pengolahan makanan termasuk panen raya di awal triwulan II 2018”Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKUD) yang lakukan BI Tasikmalaya, dimana kegiatan usaha meningkat 39,35 persen, didukung oleh penyerapan tenaga kerja sebesar 7,99 persen, berdasarkan data itu kita optimis, kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun ini akan terus tumbuh,”paparnya.
Lanjutnya, guna menjaga angka pertumbuhan ekonomi yang positig ini perlu sinergitas semua pihak”optimisme ini kita jaga terus dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, pengembangan sumber ekonomi baru yang berkelanjutan sehingga menciptakan multiplier effect ekonomi, mendorong peningkatan usaha pertanian serta menjaga kondisi sosial ekonomi,”pungkasnya.
(Seda)



