TASIKMALAYA, FOKUSjabar.co.id: Wisata alam Tasik bukan hanya Galunggung dan Pantai Karangtawulan tapi ada potensi baru yang tak kalah menakjubkan yakni wisata petualangan Arung Jeram di Sungai Ciwulan. Di Sungai yang membelah Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya ini pengunjung bisa memacu adrenalin.
Asyiknya ber-Arung Jeram di Sungai Ciwulan dirasakan juga oleh puluhan peserta Bimbingan Teknik (Bimtek) Pengembangan Wisata Petualangan di Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (8/5/2018). Acara itu digagas Kemenpar RI dan Anggota Komisi X DPR-RI Toriq Hidayat. Kegiatan tersebut adalah rangkaian kegiatan untuk menggali dan mempromosikan wisata di Kabupaten Tasik, Kota Tasik dan Kabupaten Garut.
Ternyata para peserta bimtek merasakan sensasi luar biasa saat ikut Arum Jeram. Bahkan Toriq Hidayat yang semula mengaku hanya akan tahan 15 menit saja di perahu, tapi setelah dinikmati anggota DPR-RI Fraksi PKS itu mengaku ketagihan. Begitu pun dengan peserta lainnya, mereka mengaku akan datang lagi.
Hari itu sekitar 60 peserta bimtek menyusuri Sungai Ciwulan. Rombongan mengambil star di dermaga arung jeram atau Start Poin Asta di Kampung Cibeuti, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu. Dermaga tersebut sengaja dibangun Pemkot Tasikmalaya. Sejumlah pemandu dari Federasi Arum Jeram Indonesi (FAJI) Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya memberikan arahan kepada peserta.
Sekretaris FAJI Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna mengatakan, arus Sungai Ciwulan sedang surut ketika menjelang siang, dengan demikian tantangannya atau jeramnya tak terlalu berat. Saat musim hujan Sungai Ciwulan lebih menantang lagi dan saat itulah para atlet Arum Jeram makin terpacu adrenalinnya untuk mengarungi Sungai Ciwulan.
“Kalau arusnya besar lebih asyik lagi, sayang kegiatannya pada musim kemarau,” kata Nana.
Perjalanan menantang pun dimulai. Teriakan kegembiraan sekaligus kecemasan terlihat jelas dari peserta bimtek yang rata-rata baru mengarungi Sungai Ciwulan. Saat perahu melewati gelombang air Ciwulan yang tinggi teriakan pun terdengar. Ada juga perahu yang tersangkut. Tapi dengan sigap pemandu menyelesaikan masalah. “Ayo..! goyang-goyang,” katanya. Maksudnya perahu digoyang agar lepas dari jebakan batu.
Dari rute sepanjang 9 kilometer tersebut, peserta menemukan berbagai jeram yang memiliki nama unik dan tentunya sangat memacu adrenalin. Rute yang panjang dan melelahkan membuat perjalanan harus diistirahatkan beberapa kali di tengah perjalanan. Biasanya, para pemandu perahu akan menepikan perahunya di tepian sungai yang rindang di Kawasan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Selepas istirahat, pemandu perahu kemudian membawa wisatawan untuk mencoba sensasi yang lebih menantang. Melompat dari tebing dengan ketinggian kurang lebih 5 meter di tepian Sungai Ciwulan, turut menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Perjalanan mengarungi Sungai Ciwulan pun akhirnya tuntas di dermaga Leuwiliang. Rencana awal memang harus finish di Jembatan Sukaraja dengan waktu tempuh kurang lebih lima jam. Namun karena waktu dzuhur akan tiba dan peserta harus segera kembali ke hotel, rute sengaja di pangkas.
Rasa letih setelah menempuh perjalanan panjang menyusuri Sungai Ciwulan sedikit terobati setelah peserta disediakan nasi kebuli. Dan peserta arum jeram pun memakan dengan lahapnya.
(dadang dar)



