PANGANDARAN, FOKUSJabar.id:
“Kami Hyaline Fishing Pangandaran akan tetap konsisten menjaga laut dan sungai Pangandaran dengan menanam 2.000 pohon Mangrove pada setiap bulannya. Kenapa ini dilakukan, untuk menjadikan kawasan Karang Tirta menjadi areal konservasi lingkungan hidup. Karena, diketahui disepanjang peraiaran sungai yang bermuara di Karang Tirta terdapat Black Bass yang dikenal sebegai ikan langka,” ungkap Ketua Hyaline Fishing Pangandaran, Dodi Budiana, Minggu (22/04/2018).
Menurut Dodi, potensi wisata mancing di Pangandaran sangat besar dengan terdapatnya ikan langka yang diburu para pemancing domestik dan dunia yakni Black Bass. Mengetahui adanya potensi itulah, maka kata dia pertama yang harus dilakukan ialah menjaga habitat dari ikan itu sendiri. Dengan menjaganya, maka kelestarian ikan yang dianggap telah langka ini akan hidup dan para Angler (sebutan penghobi memancing-red) akan datang ke Pangandaran untuk merasakan bagaiamana strike mengangkat Black Bass keatas kemudian merilisnya.
Ditampat yang sama, Pembina Forcasi Indonesia, Ahmadi menjelaskan bahwa spesies ikan Black Bass di Indonesia sangat jarang ditemukan. Selain Pangandaran, habitat ikan ini berada di daerah Kalimantan Utara, Bengkulu, Halmahera.
“Saya kira Pangandaran memiliki sasaran wisata mancing yang bekelas dunia. Ini terbukti di sungainya hidup hewan Black Bass sebagai ikan yang sangat dicari dan diburu para pemancing dunia. Oleh karena itu, kami terjun mencoba menanam Mangrove. Selain berguna bagi masyarakat sekitar, juga menjaga perkembangbiakan ikan di laut dan sungai Pangandaran,” ucap dia.
Dia menyebutkan dalam kurun waktu 10 bulan kedepan, Forcasi Indonesia bekerjasama dengan Hyaline Fishing Pangandaran akan menanam Mangrove 2000 disepanjang laut dan sungai Pangandaran pada setiap bulanya. Tentu ini memiliki misi besar menjadikan laut dan sungai di Pangandaran sebagai kawasan konservasi lingkungan hidup.
“Kami Forcasi Indonesia mengucapkan selamat Milad ke 1 untuk Hyaline Fishing Pangandaran. Pesan kami terus menjadi pelopor dan menjaga ekosistem laut dan sungai serta mewujudkan wisata mancing berkelas dunia,” pungkasnya.
Boip



