spot_img
Minggu 19 Mei 2024
spot_img
More

    “Banjir” Relawan Asyik, Sudrajat-Syaikhu Bersyukur

    BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat-Akhmad Syaikhu (Asyik) bersyukur semakin banyak dukungan setiap harinya. Bahkan banyak relawan yang datang dari relawan pasangan lain. Seperti yang pernah terjadi di Karawang, Pasangan Asyik mendapat dukungan penuh dari relawan yang dipimpin Sopyan Junior. Diketahui, relawan ini memutuskan mengalihkan dukungan dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzanul Ulum ke pasangan Asyik.

    Sudrajat mengaku bangga atas komitmen relawan dalam upaya memenangkan Asyik di Pilgub Jabar 2018. Hal ini memicu semangat untuk memantapkan tujuan baik membawa Jawa Barat semakin maju dan sejahtera.

    “Kepada seluruh warga Jabar, kenali calon pemimpinnya, pilih baik-baik, pelajari rekam jejaknya, pendidikannya dan jejak langkahnya sebelum menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar periode mendatang. Pilih yang Asyik saja seperti yang dilakukan para relawan ini,” kata Sudrajat melalui rilisnya, Senin (19/3/2018).

    Sementara itu, Sopyan Junior mengatakan bahwa kepindahan dukungan yang dilakukan dirinya bersama anggota sudah dipikirkan secara matang. Salah satu alasan mereka pindah, yakni karena ketidaksinkronan dengan pasangan Rindu. Sebagai komitmen, dirinya optimistis target 35 persen dari suara pemilih yang masuk pada Pilgub Jabar mendatang di wilayah Kabupaten Karawang bisa tercapai.

    “Kami optimis 35 persen suara akan dikantongi pasangan Asyik. Kami pun yakin raihan suara tersebut akan mengantarkan kemenangan bagi pasangan Asyik,” kata dia.

    Dewan Pembina Tim Pemenangan Relawan Matahari Asyik Haris Yuliana mengatakan, relawan Matahari Asyik akan menyiapkan lompatan dalam pemenangan Pilgub Jabar 2018 yang bisa jadi tidak dilakukan oleh tim lain. Relawan Matahari Asyik adalah sebuah kelompok kerja keumatan yang akan menjadi magnet bergerak secara kultural dalam memenangkan Pasangan Asyik.

    “Kami tidak akan bekerja secara struktural, namun kultural. Seperti Gerakan 212, siapa yang menggerakan, mereka tidak ada strukturalnya, namun gerakan kultural,” kata Haris.

    Relawan Matahari Asyik, kata Haris, akan turun langsung ke masyarakat untuk mensosialiasikan berbagai macam program kerja, visi dan misi Pasangan Asyik. Karena basis massa Relawan Matahari Asyik sudah sampai ke ranting atau desa, dan sudah terbentuk sejak lama.

    “Basis dari Relawan Matahari Asyik adalah warga Muhammadiyah. Ini keluarga besar yang akan menghimpun banyak suara, makanya ini gebrakan Pasangan Asyik,” ungkap dia.

    (LIN)

    Berita Terbaru

    spot_img