spot_img
Rabu 30 November 2022
spot_img
More

    Galeri Investasi di Pasar ‎Cikurubuk Diharapkan Bisa Tingkatkan Literasi Pasar Modal

    TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Kehadiran galeri investasi BEI di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya diharapkan bisa meningkatkan literasi atau pemahaman masyarakat terhadap investasi pasar modal dan menjadikan pasar modal Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

    Pembukaan galeri investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya ditandai dengan penandatangangan MoU antara Direktur Utama PT BEI, Tito Sulistio, Direktur Utama PD Pasar Resik Kota Tasikmalaya, Asep Safari, Direktur Utama Reilance, Anita dan Dekan Fakultas Ekonomi Unsil, Beben Bahrain, Senin (12/2/2018).

    Direktur PT BEI, Tito Sulistio menuturkan, pada tahun 2017, nett penjualan di pasar modal Indonesia oleh investor asing mencapai Rp40 triliun. Namun pada saat ini, transaksi di pasar modal Indonesia sudah mulai didominasi investor dalam negeri.

    “Galeri investasi ini diharapkan bisa meningkatkan literasi saham sekaligus investor pasar modal dalam negeri. Galeri investasi di pasar ini menjadi yang pertama di‎ Indonesia, kalau di perguruan tinggi sudah ada sekitar 350 galeri yang tersebar di Indonesia,” ujar Tito saat ditemui di sela-sela peresmian Galeri Investasi BEI di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Senin (12/2/2018).

    Kehadiran galeri investasi BEI di Pasar Cikurubuk sendiri, diharapkan menjadi sarana mobilisasi investasi dana jangka panjang ‎bagi para pedagang, masyarakat, hingga pengusaha di wilayah Priangan Timur. Selain itu, perusahaan daerah seperti PD Pasar Resik pun bisa menjadi emiten baru di bursa saham.

    ‎”Termasuk kerjasama dengan Unsil dimana mahasiswa bisa menjadi investor sekaligus emiten di masa depan. Untuk itu, mari kita jaga kepercayaan ini karena ini yang pertama dan keberadaan galeri investasi semoga ada gunanya bagi masyarakat,” tegasnya.

    Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional II Jabar, Chandra Nyata Kusumah menuturkan, ‎literasi keuangan masyarakat Jabar pada saat ini ada peningkatan keuangan menjadi 60 persen. Namun‎ mayoritas, literasi tertinggi masih di sektor perbankan dan pasar modal masih rendah hanya sekitar empat persen.

    “Jadi peningkatan edukasi pasar modal ini sangat penting karena ‎‎perkembangan pasar modal sendiri terus meningkat positif. Kehadiran galeri investasi ini sangat kita apresiasi dan semoga dapat menjadi literasi subsektor jasa keuangan khususnya investasi di pasar modal lebih baik,” tuturnya.

    ‎Sementara itu, Direktur Utama Reliance Securitas, Anita menuturkan, galeri investasi BEI di Pasar Cikurubuk ini untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait investasi psar modal. Tak hanya itu, galeri investasi ini pun menjadi literasi dan edukasi bagi mahasiswa Unsil yang akan menjadi bibit investor maupun emiten di masa depan.

    ‎”Galeri ini bisa jadi proyek percontohan dan titik tolak BEI di Indonesia bagaimana mengembangkan masyarakat Indonesia keseluruhan. Ini menjadi upaya ‎agar masyarakat bisa berkembang dan bisa menikmati pasar modal dengan tujuan akhir bagaimana pasar modal jadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya.

    (Ageng/Vetra)

    Berita Terbaru

    spot_img