spot_img
Sabtu 1 Oktober 2022
spot_img
More

    Ganjar Pranowo Minta Tahan Diri Terkait Isu Dewan Kopral dan Dewan Kolonel

    JAKARTA,FOKUSJabar.id: Muncul isu Dewan Kopral dan Dewan Kolonel menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendapatkan respon dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

    Ganjar mengatakan, ada urusan yang lebih penting daripada  membahas soal Calon Presiden dan Wakil Presiden. Dia meminta semua menahan diri terkait isu tersebut. 

    “Saya minta semuanya menahan diri. Tadi pak Sekjen (Hasto Kristiyanto) menyampaikan, mungkin itu hanya candaan-candaan. Jadi publik tidak perlu merespon,” ujar Ganjar, di Sekolah Partai, Jakarta, Kamis (22/9/2022) malam.

    BACA JUGA: Demokrat Garut Ingin AHY Maju di Pilpres 2024

    Belakangan ini anggota-anggota fraksi PDIP di DPR, mengusung dan membentuk munculnya Dewan Kolonel. Di mana tujuannya mendukung dan mendongkrak elektabilitas Puan Maharani untuk Pilpres 2024.

    Tidak lama setelah itu, muncul Dewan Kopral sebagai lawan tanding Dewan Kolonel bentukan dari para relawan Ganjar. Dewan Kopral ini juga bertujuan untuk menaikkan elektabilitas Ganjar Pranowo.

    Ganjar Pranowo menjelaskan, penentuan soal capres-cawapres yang usungan PDIP pada Pilpres 2024 adalah urusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan partai. Maka, bilamana sudah ada sosok yang pasti, maka relawan maupun pendukung lainnya dapat berkolaborasi. 

    “Tahan diri edukasi publik agar semuanya demokrasinya makin dewasa,” ucapnya. 

    Lebih lanjut, menurut Ganjar, saat ini merespon berbagai hal bersifat aktual lebih penting oleh kepala daerah mengenai soal capres-cawapres. Di mana PDIP pun meminta agar memperhatikan rakyat untuk menyikapi sejumlah isu mulai dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak hingga krisis pangan. 

    “Perhatikan rakyat apalagi setelah kenaikan BBM. Politik anggaran merespon persoalan persoalan akibat kenaikan BBM, maka semua mesti bicara soal ekonomi kerakyatan,” paparnya. 

    Soal krisis pangan, setiap daerah agar menanam sepuluh tanaman Pendamping beras.

    BACA JUGA: Dedi Mulyadi Digugat Cerai Istri, Pengadilan Agama Purwakarta Buka Suara

    Kemudian mengembangkan riset daerah dengan membentuk Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDa). 

    “Provinsi tersebut baru Bali sama Jawa tengah. Dari tim sendiri sudah sangat siap melakukan pendampingan-pendampingan itu,” katanya.

    Berita Terbaru

    spot_img