spot_img
Sabtu 1 Oktober 2022
spot_img
More

    Cegah Perundungan, Kadisdik Jabar Optimalkan Sekolah Ramah Anak

    CIREBON,FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi menyambangi MZ, siswa berkebutuhan khusus yang menjadi korban perundungan baru-baru ini. Pihaknya pun telah memberikan pendampingan terhadap korban. 

    “Dari laporan, tim TPPA telah melakukan pendampingan psikologis terhadap kondisi traumatis korban. Kantor Cabang Dinas Wilayah X juga sudah melakukan asesmen, termasuk melakukan jangkauan jarak antara korban dan pelaku,” kata Dedi di kediaman MZ, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jumat (23/9/2022) dari rilis yang diterima.

    Korban perundungan saat ini sudah sembuh

    Dedi menjelaskan, berdasarkan laporan, traumatis MZ atas kejadian perundungan tersebut sudah sembuh. Agar tak terulang, pihaknya akan mengoptimalkan peran sekolah ramah anak. 

    BACA JUGA: Ridwan Kamil Minta Pelaku Perundungan Tasikmalaya Dihukum Seadil-adilnya

    “Sudah jelas, indikator ramah anak indikatornya tentang bersih, aman, nyaman, inklusif, dan lainnya. Termasuk, sekolah melakukan pendampingan terhadap aktivitas siswa,” katanya. 

    Pengawas sekolah pun, lanjut Dedi, akan terlibat dalam mengawasi keberlangsungan sekolah ramah anak.

    Berdasarkan data, persentase penerapan sekolah ramah anak di SMA sudah mencapai 68%, sedangkan SMK masih di angka 28,23%. 

    “Evaluasinya akan kita tingkatkan melalui pendampingan dari DP3AKB di wilayah setempat,” katanya. 

    Selain itu, Dedi mendorong satuan pendidikan untuk berinovasi menciptakan program yang mampu menggugah rasa toleransi agar tidak terjadi perundungan.

    Misal, coba lakukan kunjungan siswa SMA atau SMK ke SLB sambil memberikan bunga. Sehingga, mereka tahu situasi dan hal apa saja yang harus dilakukan terhadap anak SLB.

    Selain memberikan pendampingan, Kadisdik juga memberikan sarana pembelajaran berupa sepeda listrik untuk MZ.

    Sebab, berdasarkan hasil asesmen cerita dari tim pendamping, siswa penyandang tunagrahita tersebut menginginkan sepeda listrik. 

    “Sebetulnya, orang tuanya sudah membelikan sepeda. Namun karena keterbatasan, hanya bisa didorong. Jadi, kita beri sepeda listrik,” ujar dia.

    Sedangkan bagi pelaku, kata dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga dan kepolisian. Kemudian menjadikan fokus lebih ke sekolah ramah anak.

    Ibunda korban, Maesunah pun berterima kasih atas kunjungan Kadisdik ini. Dia mengungkapkan, buah hatinya itu sangat bersemangat sekolah. 

    BACA JUGA: Viral Aksi Perundungan Seorang Gadis Belia di Bogor, Netizen Geram

    “Anaknya semangat sekolah. Walau sampai sekarang belum bisa, tapi ia selalu semangat. Walau libur pun tetap mau berangkat,” katanya. 

    Dia berharap, siswa berkebutuhan khusus bisa mendapatkan perhatian hingga dewasa. 

    “Mudah-Mudahan anak saya adalah korban terakhir. Jangan ada korban-korban disabilitas lainnya,” kata dia.

    Berita Terbaru

    spot_img