spot_img
Sabtu 1 Oktober 2022
spot_img
More

    Jalur Air Batavia dan Jembatan Glodok Kuno Ditemukan di Proyek MRT

    JAKARTA,FOKUSJabar.id: Jembatan kuno Glodok dan jalur air  Batavia ditemukan saat pembangunan Moda Raya Terpadu fase 2.

    Temuan beberapa cagar budaya saat pembangunan MRT fase 2 ini berada di jalur menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga stasiun kota.

    “Kami melakukan ‘checking’ dan menemukan banyak sekali cagar budaya,” kata Direktur Konstruksi PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Silvia Halim, Rabu (21/9/2022.

    Silvia menjelaskan, pihaknya harus memastikan penyelamatan cagar budaya sebelum mulai membangun terowongan maupun stasiun MRT di fase 2 pada jalur yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota ini.

    BACA JUGA: KPK Tindak Laporan Dugaan Suap Ferdy Sambo ke LPSK

    Cagar budaya yang ditemukan saat PT MRT Jakarta berupa jembatan kuno Glodok dan jalur air Terakota Batavia, pada Desember 2021 dan Juli 2022.

    Jalur air batavia ini merupakan bagian dari sistem pasokan air bersih kota batavia yang dialirkan melalui kolam air sampai Benteng atau Kastil Batavia tang merupakan area Museum Fatahillah.

    Sedangkan, struktur jembatan Glodok Kuno sekarang menjadi Jalan Pancoran dan Jalan Pinangsia Raya.

    Berdasarkan peta lama Batavia, sebelumnya terdapat jembatan untuk menyeberangi kanal Kali Besar.

    Pihak PT MRT mengklaim tidak bakal akan merusak cagar budaya tersebut dan akan melestarikan dengan melakukan pemajangan di museum.

    Kemudian menggunakannya kembali pada bangunan stasiun dan menjadikannya bagian arsitektur bangunan.

    PT MRT Jakarta juga harus membelokkan jalur rel agar tidak merusak cagar budaya berupa sisa tembok tua Batavia yang lebih dikenal dengan Pintu Besar.

    MRT mulai melakukan pengerjaan fase 2 koridor Bundaran Hotel Indonesia-Stasiun Kota pada 14 Februari 2022 dan hingga saat kini sudah merampingkan pekerjaan sebanyak 15 persen.

    PT MRT Jakarta juga baru melayani satu koridor yakni dari Lebak Bulus hingga Bunderan HI dengan jalur melayang dan melewati terowongan, sedangkan koridor 2 dari Bunderah HI hingga Jakarta Kota menggunakan jalur terowongan.

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img