spot_img
Sabtu 1 Oktober 2022
spot_img
More

    Sekda Kota Bandung: Lawan Aksi Vandalisme

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak seluruh jajaran dan elemen masyarakat untuk bersama bergerak melawan aksi vandalisme yang marak di Kota Bandung.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, gerakan melawan aksi vandalisme ini untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan estetika Kota.

    “Ini harus menjadi atensi kita semua. Minimal jalan protokol dijaga, pengecetan kerb jalan dan pembersihan vandalisme ini harus kita lakukan. Mendorong menghadirkan kebersihan dan ketertiban,” kata Ema Sumarna saat memimpin Rapat Koordinasi Trantibum, K3, dan Kegiatan Pengendalian Inflasi di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Jabar, Selasa (20/9/2022).

    Karena itu, Pemkot Bandung akan mengawasi dan menindak para pelaku vandalisme.

    “Harus adanya pengawasan 24 jam. Optimalisasi peran linmas dan satpol PP. Cari kerja sama dengan Intel kodim dan Polrestabes Bandung untuk mencari para pelaku vandalisme di Kota Bandung. Tindak tegas pelakunya,” Ema menegaskan.

    BACA JUGA: Pemkab Ciamis Siapkan Bantuan Rp150 Ribu per Bulan

    fokusjabar.id vandalisme kota bandung
    Pembersihan vandalisme di kawasan Dago, Selasa (20/9/2022). (FOTO: Yusuf Mugni)

    Selain itu, ia meminta seluruh jajaran kewilayahan untuk mengecat kerb jalan. Terutama di sepanjang jalan protokol di wilayahnya.

    “Kami ingin berkelanjutan. Tidak ada vandalisme, cat kerb jalan segera selesaikan, juga tidak ada lagi tumpukan sampah. Semua dibereskan, libatkan seluruh stakeholder,” katanya.

    Menanggapi hal itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asep Saeful Gufron mengaku telah berkoordinasi dengan Paguyuban Camat dan Paguyuban Lurah untuk melakukan pengawasan malam di sejumlah wilayah yang rawan tindakan vandalisme.

    “Kita sudah koordinasikan dengan Paguyuban Camat untuk mengoptimalkan peran linmas untuk ditugaskan mulai pukul 22.00 WIB hingga 06.00 WIB di tempat tempat rawan vandalisme,” kata Asep Gufron.

    Terkait dengan pengecatan kerb di kewilayahan, Asep mengatakan seluruh jajaran kewilayahan sedang menginventarisir kerb yang belum di cat.

    “Kegiatan kewilayahan masih terus berjalan, kita berkoordinasi dengan stakeholder. Memang ada kerb jalan yang belum dicat. Kita mengunggu APBDP tentang Rp30 juta per kelurahan untuk pengecatan kerb,” Asep mengatakan.

    (Yusuf Mugni/Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img