spot_img
Sabtu 1 Oktober 2022
spot_img
More

    Program PMM Kemendikbudristek, Sukses Inspirasi Mahasiswa UPI dan Indonesia

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berhasil dan sukses menginspirasi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) serta mahasiswa di Indonesia. Melalui program ini, Kemendikbudristek dan perguruan tinggi di Indonesia berhasil meningkatkan wawasan mahasiswa tentang Bhinneka Tunggal Ika serta memperkuat persaudaraan lintas budaya dan suku.

    Program PMM pun berhasil dan sukses membangun persahabatan mahasiswa antar daerah, suku, budaya, dan agama sehingga meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Program ini pun mampu membentuk sikap mahasiswa dalam menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat, bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

    UPI turut serta dan berpartisipasi mengambil bagian penting dalam mewujudkan kebijakan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) yang digaungkan Menteri Dikbud Ristek, Nadiem Anwar Makarim. Melalui program PMM yang diikuti mahasiswa UPI dan mahasiswa pada perguruan tinggi secara nasional di Indonesia, UPI berupaya mewujudkan arah kebijakan dan strategi nasional Kemendikbudristek dalam Agenda Pembangunan Revolusi Mental dan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Memperkukuh Ketahanan Budaya Bangsa dan Membentuk Mentalitas Bangsa yang Maju, Modern, dan Berkarakter.

    Program PMM menjadi bentuk kongkrit UPI dalam mewujudkan revolusi mental sebagai gerakan akademik dan kebudayaan dalam meneguhkan Indonesia sebagai negara-bangsa majemuk, memiliki keragaman suku, adat-istiadat, budaya, bahasa, dan agama, yang membentuk satu kesatuan dalam keragaman Bhinneka Tunggal Ika dalam sistem pendidikan pada perguruan tinggi.

    Program PMM tahun 2022 ini, UPI ikut berpartisipasi dan menyukseskan dua jenis program yang dikoordinasikan UPI melalui Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan serta Direktorat Pendidikan UPI. Yakni dalam bentuk inbond sebagai tuan rumah atau penerima bagi 92 mahasiswa dari 30 perguruan tinggi yang berbeda di Indonesia serta dalam bentuk outbond sebagai peserta dengan mengirimkan 45 mahasiswa untuk mengikuti program yang diselenggarakan di 22 perguruan tinggi lain di Indonesia.

    BACA JUGA: 7 Atlet Ice Skating Jabar Dikirim ke Kejurnas, Budiana: Raih Prestasi Terbaik

    fokusjabar.id PMM UPI
    92 mahasiswa dari 30 perguruan tinggi di Indonesia sebagai peserta program PMM Kemendikbudristek di UPI. (FOTO: Istimewa)

    Direktur Pendidikan Dr. rer.nat Asep Supriatna, M.Si mengatakan, UPI menyusun atau menyesuaikan kurikulum untuk memfasilitasi mahasiswa yang mengikuti program PMM. Mulai dari mengambil mata kuliah, menentukan dan menawarkan mata kuliah yang dapat diambil mahasiswa, mengatur kuota peserta yang mengambil mata kuliah yang ditawarkan, serta mengatur jumah SKS yang dapat diambil. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan dalam jaringan (daring).

    Koordinator Tim MBKM UPI sekaligus Kepala Seksi Administrasi Keuangan dan Sumber Daya pada Direktorat Pendidikan UPI, Agus Sutiawan menuturkan, peran UPI sebagai perguruan tinggi pengirim serta perguruan tinggi tujuan atau penerima berupaya untuk mewujudkan PMM berjalan dengan baik serta menjalin kerja sama antar perguruan tinggi untuk penyelenggaraan transfer kredit yang dapat diikuti mahasiswa serta mengalokasikan kuota untuk mahasiswa inbound maupun mahasiswa yang melakukan outbound.

    UPI pun berupaya memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa dalam penyelenggaraan program dengan melakukan pemantauan penyelenggaraan pertukaran mahasiswa, menilai dan mengevaluasi hasil pertukaran mahasiswa untuk kemudian dilakukan rekognisi terhadap SKS mahasiswa, serta melaporkan hasil kegiatan belajar ke Ditjen Dikti Kemendikbudristek.

    “Para mahasiswa yang mengikuti Program PMM harus mengikuti dan menyelesaikan program Modul Nusantara yang berisi tentang pemberian pemahaman komprehensif tentang kebinekaan, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Modul Nusantara ini meliputi empat jenis kegiatan, yaitu pertukaran kebudayaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial,” kata Agus.

    Dalam pelaksanaan Modul Nusantara, lanjut dia, mahasiswa peserta PMM dibimbing Dosen Pembimbing Modul Nusantara yang bertanggung jawab dalam membuat materi dan melaksanakan kegiatan berdasarkan panduan penyusunan Modul Nusantara. Kemudian membimbing dan memfasilitasi Mahasiswa Peserta PMM sesuai dengan kegiatan-kegiatan yang ditentukan di Modul Nusantara untuk dapat mengikuti Modul Nusantara dengan baik.

    “dosen pembimbing ini pun melakukan asesmen tentang keterlibatan, dinamika, dan kemajuan peserta. Kemudian menyusun dan menyerahkan laporan bulanan berdasarkan kegiatan yang dilakukan di Modul Nusantara pada laman yang disediakan, menyetujui laporan bulanan mahasiswa PMM, memberikan penilaian akhir kepada Mahasiswa Peserta PMM., serta menindaklanjuti umpan balik yang diberikan oleh Ditjen Diktiristek terkait pelaksanaan Modul Nusantara serta Mengelola pendanaan kegiatan Modul Nusantara,” Agus menegaskan.

    (Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img