spot_img
Minggu 2 Oktober 2022
spot_img
More

    Inovasi Baru Kota Tasikmalaya, Cegah Stunting Mulai dari Cafe

    TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama stakeholder lainnya dalam melakukan percepatan penurunan Stunting terus bergerak dan berinovasi dalam melakukan program.

    Salah satu program yakni, Cafe remaja tangguh dan sehat (Caferetas), yang digagas oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tasikmalaya Atit Tajmiati.

    “Program Caferetas ini merupakan program dari pengembangan daerah sehat untuk melakukan penanganan dalam pencegahan masalah stunting di Kota Tasikmalaya,” kata Atit Tajmiati di acara workshop Stunting di Aula Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Tasikmalaya. Senin (19/09/22).

    BACA JUGA: Demokrat Kota Tasikmalaya Siap Rebut Kembali Kejayaan di Pemilu 2024 Mendatang 

    Data angka stunting di Kota Tasikmalaya mencapai 14,81, angka ini termasuk tertinggi di Jawa Barat, sehingga perlu penanganan secara komprehensif, program Caferetas dipadukan dengan Cafe dan kesehatan.

    “Yang nantinya di dalam Cafe itu akan hadir edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan laboratorium dengan gratis,” kata Atit.

    Menurutnya, cafe sebagian besar banyak dikunjungi remaja, maka alangkah baiknya cafe melakukan sesuatu yang bermanfaat lebih untuk remaja.

    “Jika cafe dilengkapi pemeriksaan kesehatan, itu akan lebih bermanfaat bagi para remaja, dan stunting ini memang sebaiknya dicegah mulai dari remaja, jika remaja itu sehat, saat menikah akan mempunyai keturunan yang sehat dan baik juga,” kata Atit.

    “Caferetas ini merupakan inovasi baru untuk mencegah stunting yang dimulai dari usia remaja yang banyak berkunjung di Cafe dengan dilakukan pemeriksaan kesehatan,” kata dia menambahkan.

    Atit menambahkan, Caferetas selain tempat untuk nongkrong para remaja, cafe juga menjadi tempat akses dalam mendapatkan pelayanan kesehatan bagi remaja.

    “Ada pemeriksaan kesehatan, tempat konsultasi, penyuluhan kesehatan dan di Caferetas remaja bisa mengembangkan kreativitas” kata Atit.

    Sementara Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Tasikmalaya Hadian menyambut baik program Caferetas.

    “Saya apresiasi program ini, jadi pengunjung Cafe yang sebagian besar remaja, tidak hanya sebatas nongkrong-nongkrong sambil ngobrol, namun pengunjung juga dapat mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.

    BACA JUGA: Lewat Reses Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Mendengar Langsung Aspirasi Masyarakat

    Menurutnya, pencegahan stunting itu memang sebaiknya diawali dari usia remaja, karena mereka itu nanti akan menikah dan melahirkan

    “Program ini sangat tepat, karena mulai remaja itu harus diketahui kesehatannya agar setelah menikah nanti benar-benar menghasilkan keturunan yang sehat dan kuat,” katanya.

    Di Kota Tasikmalaya tercatat ada sekitar 363 Cafe, dan ini menjadi potensi dalam mensukseskan program Caferetas demi mencegah kasus stunting. 

    (Seda/Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img