spot_img
Sabtu 1 Oktober 2022
spot_img
More

    Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa di Ciamis Geruduk DPRD

    CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Peduli Rakyat (FRPR) Kabupaten Ciamis berunjukrasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di halaman Gedung DPRD Ciamis, Kamis (15/9/2022).

    Mereka meminta seluruh fraksi partai di DPRD Ciamis menandatangani kesepakatan penolakan kenaikan harga BBM. Pantauan di lokasi, unjuk rasa memanas dan hampir terjadi kericuhan, terlebih para pengunjukrasa berusaha merobohkan pagar pembatas Gedung DPRD Ciamis. Kericuhan urung terjadi setelah Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana menemui massa.

    Ketua DPRD Ciamis bersama para fraksi pun menandatangani kesepakatan menolak kenaikan harga BBM. Begitupun dengan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang ikut menandatangani kesepakatan tersebut. Bahkan mereka berjanji mengawal sampai ke tingkat pusat.

    BACA JUGA: BBM Naik, Harga Ikan Ikut Melonjak

    “Saya bersama rakyat merasakan apa yang dirasakan. Ini sebagai bentuk keprihatinan kita masyarakat. Saya bersama Wabup siap menandatangani dan akan mengawal sampai ke pusat,” kata Herdiat.

    Sementara itu, Koordinator aksi Wawan mengatakan bahwa kenaikan harga BBM sangat menyengsarakan rakyat, terlebih kenaikan harga BBM berimbas pada kenaikan harga bahan pokok dan barang.

    “Kami dari pesantren juga sangat kelabakan, orangtua santri juga kelabakan karena harus menambah bekal anak-anaknya,” kata Wawan.

    Wawan pun menegaskan bahwa fraksi partai yang tidak menandatangani kesepakatan penolakan kenaikan harga BBM menjadi catatan bahwa yang duduk di kursi dewan itu tidak menjalankan tugas dari konstituennya.

    “Saya kasih waktu sampai sore, ditunggu di pesantren bagi fraksi yang belum menandatangani. Kalau tidak mau juga nggak apa-apa, saya tidak akan memaksa,” kata dia.

    BACA JUGA: Pemkot Banjar Berikan Voucher BBM untuk Angkot

    Dia berharap agar surat pernyataan yang disampaikan kepada Ketua DPRD Ciamis segera disampaikan ke DPR RI hingga Presiden agar segera ditutunkan. Mereka mengancam akan membawa massa lebih banyak lagi jika permintaannya tidak dikabulkan.

    (Fauza/LIN)

    Berita Terbaru

    spot_img