spot_img
Sabtu 1 Oktober 2022
spot_img
More

    Bye Kartu SIM Fisik, Yuk Kenalan dengan Teknologi e-SIM

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Teknologi telekomunikasi, khususnya pada smartphone, terus mengalami perkembangan. Yang terbaru yakni teknologi baru pada kartu SIM (Subscriber Identity Module atau Subscriber Identification Module).

    Sebelumnya, kartu SIM merupakan sebuah kartu kecil yang ditaruh di telepon genggam yang menyimpan kunci pengenal jasa telekomunikasi. Kini, muncul teknologi e-SIM (embedded SIM Card) yang merupakan sebuah inovasi yang berbeda dari kartu SIM (SIM card) pada umumnya.

    Pertama-tama, e-SIM adalah sebuah modul yang tertanam pada bagian motherboard smartphone secara permanen. Sehingga, e-SIM tidak memiliki bentuk fisik dan tidak bisa dilepas-pasang.

    Modul e-SIM memiliki ukuran yang mungil. Bahkan lebih kecil dari ukuran kartu SIM Nano yang saat ini telah banyak digunakan.

    fokusjabar.id kartu SIM
    Perkembangan Kartu SIM fisik. (FOTO: WEB)

    Dibandingkan dengan kartu SIM seperti biasanya, e-SIM lebih mudah digunakan. Pasalnya, pengguna tidak perlu lagi bongkar-pasang kartu SIM.

    Sebagai gantinya, pengguna hanya perlu memindai barcode untuk dapat mengaktifkan e-SIM pada smartphone yang diinginkan.

    Dikutip dari KompasTekno dari Make use Of, Sabtu (10/9/2022), beberapa perangkat sudah mendukung penggunaan e-SIM. Antara lain iPhone 12 dan 13 yang sudah mendukung fitur Dual SIM serta aksesori arloji pintar Apple Watch.

    Hal ini memungkinkan pengguna untuk bisa menggunakan dua nomor sekaligus. Sebab, iPhone 12 dan 13 masih menyediakan slot laci untuk menyimpan kartu SIM fisik.

    Di balik kemudahan yang ditawarkan, eSIM memiliki kekurangan dari segi penggunaannya. Tepatnya, ketika pengguna ingin mengganti perangkat.

    Karena tertanam pada komponen smartphone, pengguna yang ingin beralih menggunakan smartphone baru tidak bisa langsung mencopot kartu SIM karena e-SIM tidak berbentuk fisik.

    Kekurangan lain yang dimiliki eSIM adalah ketersediaannya yang terbatas. Sebab, tidak banyak operator seluler yang saat ini sudah memanfaatkan teknologi e-SIM.

    BACA JUGA: Honda Akan Luncurkan Motor Listrik Niaga, Ini Kisaran Harganya

    Di Indonesia, Smartfren menjadi operator seluler pertama yang menawarkan teknologi e-SIM prabayar. Namun untuk saat ini, teknologi e-SIM mulai banyak dikenal di Indonesia sejak iPhone X diluncurkan. Awalnya, iPhone menjadi satu-satunya smartphone yang didukung e-SIM milik Smartfren.

    Pelanggan Smartfren yang ingin menggunakan e-SIM bisa terlebih dahulu mendapatkan eSIM QR code di galeri Smartfren. QR code ini dipindai untuk memasang profil pengguna SIM di perangkat.

    fokusjabar.id kartu SIM
    IPhone 14. (FOTO: Ilustrasi/WEB)

    Peluncuran iPhone baru pun membawa serta berita yang sama sekali tidak terduga untuk pasar AS. Yakni penghapusan slot SIM fisik dari smartphone baru perusahaan Cupertino itu.

    Tren ini, dipastikan memengaruhi semua produsen smartphone dan telah dipicu Apple. Bahkan, iPhone 14 baru tidak akan memiliki slot SIM fisik, setidaknya di pasar AS.

    Dengan tren tersebut, Ericsson Mobility Report mengatakan jika 8,3 miliar kartu SIM yang beredar akan hilang dalam beberapa tahun ke depan. Angka-angka ini hanya mewakili kartu SIM yang saat ini diperuntukkan bagi smartphone. Jika seseorang menghitungnya di perangkat dalam kategori lain, termasuk tablet, mobil, router portabel, dan banyak lagi, maka jumlahnya akan lebih tinggi.

    Dengan iPhone yang memimpin (iPhone saat ini sudah menjadi Dual Sim dengan SIM fisik pertama dan e-SIM kedua), raksasa kedua yang merangkul virtual sehingga merugikan fisik adalah Samsung. Menurut laporan think thank Research, nilai total segmen e-SIM bisa mencapai $17,5 milyar pada tahun 2030, naik dari $7,3 milyar tahun lalu.

    (Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img