spot_img
Kamis 25 November 2021
spot_img
spot_img

8 Peserta Bersaing di Final TPJF International Online Jazz Competition

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kompetisi band jazz bertajuk TPJF International Online Jazz Competition 2021 akan memasuki tahap akhir usai para juri menetapkan delapan finalis. Proses penjurian babak semifinal dilaksanakan secara offline di Ballroom Cimanuk, Hotel The Papandayan Bandung pada 18 November 2021.

Dewan juri yang terdiri dari Dwiki Dharmawan, Eq Puradireja, Venche Manuhutu dan seniman senior Bandung, Hari Pochang hadir secara langsung di Ballroom Cimanuk. Sedangkan Ben Van Gelder hadir melalui aplikasi konferensi video untuk memberikan penilaian kepada 16 semifinalis yang sudah mengirimkan video lagu bebas sebagai syarat untuk melaju ke babak selanjutnya.

Berbeda dari tahap penyisihan, selain dilaksanakan secara offline, proses penjurian dilakukan dengan mengundang seluruh peserta melalui aplikasi konferensi video. Peserta pun bisa menyaksikan proses penjurian dan berinteraksi langsung dengan dewan juri dalam memberikan komentar serta pendapatnya atas penampilan mereka di tahap ini.

fokusjabar.id TPJF Jazz
Proses penjurian babak semifinal TPJF International Online Jazz Competition 2021. (FOTO: Istimewa)

Pengemasan pertunjukan yang apik, komposisi, konsep musik yang kreatip, dan elemen-elemen kejutan hampir ada pada sebagian besar penampilan peserta. Hal ini membuat para juri cukup kesulitan dan dibuat ‘pusing’ dalam memberikan penilaian kepada 16 peserta yang sebagian besar didukung pendidikan musik dari sekolah musik bergengsi tanah air dan luar negeri.

“Tidak banyak musisi harmonika saat ini di Indonesia, konsep musik kalian membawa warna yang berbeda dari peserta lain, very well concepted, dan tasteful!” komentar Dwiki Dharmawan saat menyakskan penampilan trio asal Jakarta, Empty yang membawakan lagu Black Hole Sun dari band asal Amerika Serikat, Soundgarden.

BACA JUGA: Porserosi Pertanyakan Penggunaan Lintasan Sepatu Roda Saparua untuk Pameran

Berbeda dari Dwiki, Venche Manuhutu terharu dengan penampilan N.A.D Project, band trio asal Bandung yang digawangi pianist 15 tahun sekaligus peserta termuda di kompetisi ini, Nadine Anisa.
“Kerja keras Nadine belajar dan berlatih piano sejak kecil membuahkan hasil. Dia mampu leading the band, artikulasi dan improvisasi sangat jelas dan very skillful!” kata Venche.

“Skill bermusik Nadine bisa sebagai karir di masa depan,” tambah Eq Puradiredja.

Berdasapkan penilaian yang cukup ketat, akhirnya juri menetapkan delapan peserta yang lolos untuk masuk ke tahap final. Yakni Kelapa Muda, Rit Xu Group, Empty, GBK, Rocket House, East Side Sextet, Little Hope, dan N.A.D Project.

Kedelapan peserta akan memasuki tahap final yang dimulai dari 20 November 2021. Delapan finalis tersebut harus mengirimkan video satu lagu ciptaan sendiri dengan aransemen jazz. Penjurian final akan dilaksanakan secara offline di The Papandayan pada 11 December 2021, dimana para juri akan menentukan pemenang TPJF International Online Jazz Competition 2021.

fokusjabar.id TPJF Jazz
Juri TPJF International Online Jazz Competition 2021 bersama GM The Papandayan Hotel Bandung. (FOTO: Istimewa)

International Jazz Competition adalah kompetisi band jazz yang dilaksanakan secara virtual menggunakan platform Zoom conference dan social media untuk menemukan talenta jazz baru dan membantu mengenalkan musisi jazz baru Indonesia.

Kompetisi ini merupakan rangkaian acara Road to TPJF 2021 yang terdiri dari tiga babak yakni penyisihan, semifinal dan grand final. Di babak pamungkas, akan dipilih 4 band terbaik (Juara 1, Juara 2, Juara 3 dan Juara Favorit) yang diumumkan pada saat TPJF 2021 di bulan Desember.

Selain berkesempatan tampil di TPJF 2021, pemenang kompetisi akan memperebutkan total grand prize Rp80 juta. TPJF 2021 akan berlangsung live dari Grand Studio Metro TV selama 2 hari berturut-turut dan dimeriahkan Raisa, Fariz RM, Ardhito Pramono, Slank dan musisi lainnya.

(Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img
spot_img