spot_img
Sabtu 27 November 2021
spot_img
spot_img

Gagal Pertahankan Juara Umum Peparnas XVI, Ini Kata Ketua NPCI Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Jawa Barat gagal mempertahankan gelar juara umum pada gelaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI tahun 2021 usai finish di peringkat kedua. Titel juara umum direbut kontingen tuan rumah, Papua.

Papua berada di puncak klasemen akhir raihan medali Peparnas XVI dengan raihan 127 medali emas, 86 perak dan 92 perungggu. Sedangkan Jabar di posisi runner up dengan raihan 110 medali emas, 60 perak, dan 76 perunggu.

Posisi ketiga ditempati kontingen Jateng yang meraih 89 medali emas, 60 perak dan 76 perunggu. Disusul Kalimantan Selatan dengan 41 medali emas, 43 perak, dan 47 perunggu di posisi keempat.

Ketua National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Jabar, Supriyatna Gumilar mengapresiasi perjuangan para atlet di pesta olahraga para penyandang disabilitas di Indonesia meski gagal mempertahankan titel juara umum. Pasalnya, para atlet sudah berjuang sangat maksimal ditengah berbagai hal non-teknis yang dialami selama pertandingan.

“Saya memohon maaf kepada masyarakat Jawa Barat, pak Gubernur, kita meleset dari target mempertahankan juara umum. Meski demikian, saya salut dan bangga kepada para atlet yang sudah berjuang sangat maksimal dan fokus meraih prestasi di Papua,” kata Suprityatna, Sabtu (13/11/2021) malam WIB.

BACA JUGA: Robert Alberts: Kebijakan Maksimal 2 Pemain Gabung Timnas Dinilai ‘Adil’ 

fokusjabar.id Peparnas XVI Papua Jabar
Ketua NPCI Jabar, Supriyatna Gumilar. (FOTO: Istimewa)

Meski gagal mempertahankan titel juara, Supriyatna bangga dengan talenta dan prestasi atlet Jabar. Pasalnya, atlet disabilitas yang tampil di ajang Peparnas XVI kali ini merupakan atlet-atlet second line Jabar.

“Dengan potensi yang kita miliki ini, Insha Allah, kita akan bangkit dan membawa kembali titel juara umum ke tanah Pasundan. Kalah hari ini, akan saya balas di Sumut (tuan rumah Peparnas XVII),” Supriyatna menegaskan.

Supriyatna mengaku jika dia menjadi orang yang kecewa dengan kegagalan Jabar mempertahankan gelar juara umum pada Peparnas XVI. Kondisi serta kendala teknis maupun non-teknis yang terjadi di lapangan, membuat Jabar harus rela berada di posisi runner-up.

“Kita semua sudah berupaya maksimal, kecewa pasti tapi kalau melihat secara fakta di lapangan dengan perjuangan atlet saya tidak terlalu kecewa. Banyak kendala non teknis di lapangan yang tidak bisa saya sampaikan disini, saya tidak mau mencederai yang disabilitas,” kata dia.

Supriyatna mengaku jika pihaknya sudah berupaya melakukan protes keras terkait kendala non teknis yang terjadi di lapangan. Pihaknya pun sudah mengingatkan semua pihak agar jangan sampai atlet non-disabilitas justru ikut tampil di multieven olahraga yang khusus diperuntukkan bagi atlet disabilitas.

“Itu sudah kami catat dan menjadi masukan dari kami. Saya yakin, saat ada pemanggilan pelatnas, atlet asal Jabar yang notabene gagal meraih medali emas lah yang akan dipanggil,” Supriyatna menegaskan.

fokusjabar.id peparnas XVI Papua Jabar
Presiden Joko Widodo saat menutup Peparnas XVI Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (13/11/2021). (FOTO: peparnas16papuaindonesia.com/)

Gelaran Peparnas XVI sendiri ditutup secara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Sabtu (13/11/2021) malam WIT. Presiden Jokowi mengatakan jika kinerja tuan rumah Provinsi Papua luar biasa setelah sukses menggelar PON XX dan Peparnas XVI.

“Dukungan delegasi semua provinsi luar biasa, dan yang saya lihat sportivitas dan prestasi para atlet juga luar biasa. Secara khusus saya juga mengucapkan selamat kepada Provinsi Papua atas semua prestasinya,” kata Jokowi.

Presiden mengatakan, ajang Peparnas XVI menyampaikan banyak pesan. Ajang multieven olahraga khusus disabilitas ini menunjukkan jika kesulitan bukanlah halangan, konsistensi dan kerja keras akan membuat segala kesulitan teratasi, termasuk berbagai prestasi bisa diraih.

“Melalui PON dan Peparnas di Papua ini kita tunjukkan kebangkitan besar olahraga nasional kita. Kita rayakan keberagaman, kita juga menghormati kesetaraan dan bersama-sama kita meraih prestasi yang mengharumkan bangsa dan negara,” kata Presiden Jokowi.

(Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img
spot_img