spot_img
Minggu 3 Juli 2022
spot_img
More

    Gelar Vaksinasi Covid-19, Pasar Modal Suntik 3.000 Santri Pondok Buntet Pesantren

    CIREBON,FOKUSJabar.id: Self Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melanjutkan vaksinasi Covid-19 tahap 2. Kali ini digelar di GOR Mbah Muqoyim Buntet Pesantren, Kamis (11/11/2021).

    Vaksinasi kali ini merupakan tahap kedua dari dosis pertama yang telah dilaksanakan Staf Khusus Kepresidenan Bidang Kepesantrenan Republik Indonesia dengan jenis Sinovac. Target sasaran vaksinasi Covid-19 kedua ini yakni 3.000 santri Pondok Buntet Pesantren dan 1.000 masyarakat Kabupaten Cirebon.

    Tidak harus ber-KTP Kabupaten Cirebon, semua santri dan masyarakat yang sudah memiliki e-KTP mendapatkan pelayanan. Penyediaan vaksin tersebut merupakan upaya OJK dan SRO untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan pemberian vaksin kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Cirebon.

    Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Jawa Barat, Reza Sadat Shahmeini mengatakan, pandemi Covid-19 membawa dampak besar pada sektor ekonomi di Indonesia. Program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah diharapkan mampu membawa ekonomi Indonesia kembali tumbuh akibat hantaman pandemi.

    “Vaksinasi diperlukan agar masyarakat memiliki herd immunity. Semakin banyak masyarakat memiliki imunitas yang baik, diharapkan geliat roda perekonomian dalam negeri dapat semakin tumbuh,” kata Reza.

    BACA JUGA: Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Syariah, BEI Gelar SIW 2021

    fokusjabar.id vaksinasi covid-19 BEI
    Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang digelar pasar modal di Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon. (FOTO: Istimewa)

    Berdasarkan data yang dimiliki Tim Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Barat, Kabupaten Cirebon menempati urutan ke-25 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan pencapaian vaksinasi yang masih rendah. Hal ini menjadi salah satu alasan memilih Kabupaten Cirebon sebagai lokasi vaksinasi Covid-19.

    “Sejalan dengan hal tersebut, ada kebutuhan vaksinasi tahap ke-2 di Pondok Buntet Pesantren,” Reza menambahkan.

    Reza mengatakan, kegiatan vaksinasi merupakan rangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka 44 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia.

    “Sebagai lanjutan kegiatan CSR dalam rangka HUT ke-44 pasar modal Indonesia di Jawa Barat, Insya Allah pada Jumat (12/11/2021) akan dilaksanakan kegiatan penyerahan vitamin dan makan siang selama 92 hari kepada 65 tenaga pemulasaraan tempat pemakaman umum Cikadut dan penyerahan santunan kepada 34 orang ahli waris tenaga kesehatan provinsi Jawa Barat yang telah gugur karena covid-19 dengan total senilai Rp556.575.000,” kata Reza.

    Dengan kegiatan vaksinasi Covid-19, diharapakan masyarakat Kabupaten Cirebon pada umumnya dan khususnya santri Pondok Buntet Pesantren menjadi peningkat imun sehingga lebih nyaman dalam berinteraksi dan belajar. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, karena virus corona bukan suatu virus yang dapat kita sepelekan.

    Kepala Otoritas Jasa Keuangan Cirebon, M. Fredly Nasution mengaku sangat mendukung penuh kegiatan yang digelar. Sinergi berbagai stakeholder dibutuhkan untuk membentuk herd immunity dan upaya pemulihan ekonomi.

    Semua pihak, harus bahu-membahu dalam melakukan vaksinasi di masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini sebanyak 400 ribu vaksin telah tersalurkan di Jawa Barat yang 30 ribu diantaranya sudah tersalurkan untuk masyarakat Cirebon, dari total target 10 juta vaksin yang digalakan OJK.

    “Kunci sukses untuk menurunkan level Covid-19 adalah semua pihak turut serta berperan aktif dalam melakukan vaksinasi ini sehingga pemulihan ekonomi pun akan tercapai,” kata Fredly.

    fokusjabar.id vaksinasi covid-19 BEI
    Pemeriksaan kesehatan santri Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, sebelum divaksin. (FOTO: Istimewa)

    Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren KH Salman Al-Farisi mengucapkan terimakasih atas digelarnya vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Saat ini Buntet Pesantren memiliki kurang lebih 7000 santri yang terbagi dalam 63 asrama.

    Dimana banyaknya jumlah santri, potensi penyebaran Covid-19 bisa sangat cepat. Namun dengan adanya kerjasama berbagai pihak dan kegiatan vaksinasi tidak ditemukan kasus yang mengkhawatirkan.

    “Dengan adanya vaksin ini, sekitar 4000 santri kami sudah mendapatkan vaksin. Di luar itu ada beberapa yang sudah mendapatkan vaksin dari daerah tempat tinggalnya, kami turut berterima kasih atas kepedulian ini,” kata KH. Salman Al-Farisi.

    (Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img