spot_img
Jumat 15 Oktober 2021
spot_img
spot_img

Billy Sugara, Hattrick Medali Emas PON di Tiga Kelas Berbeda

PAPUA,FOKUSJabar.id: PON XX yang digelar di Provinsi Papua, menjadi gelaran multieven olahraga nasional yang istimewa karena menjadi yang pertama digelar di wilayah timur Indonesia. Pun demikian bagi para atlet, salah satunya atlet Judo Jawa Barat, Billy Sugara

Gelaran PON XX merupakan PON ketiga bagi Billy Sugara. Pertama kali bertanding di matras judo pada even PON, dijalani atlet asal dojo PJTK Karawang ini di tahun 2012.

PON XVIII yang digelar di Riau menjadi PON perdana bagi Billy yang saat itu masih berusia sekitar 19 tahun. Butuh waktu sekitar tujuh tahun bagi atlet kelahiran 23 September 1993 itu agar bisa tampil di ajang PON.

“Saya pertama kali belajar judo itu tahun 2005 dan baru bertanding di PON Riau tahun 2012 saat berusia 19 tahun. Saat itu turun di kelas -90 kilogram dan berhasil meraih medali emas,” kata Billy saat ditemui di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, beberapa waktu lalu.

Tampil pertama dan langsung meraih medali emas, Billy menjadi pilihan utama tim Judo Jabar di setiap even. Gelar juara pun kerap diraih Billy bagi Jabar di berbagai even kejuaraan.

Di PON berikutnya yakni di Jawa Barat pada tahun 2016, Billy kembali masuk dalam jajaran tim. Namun pada gelaran PON keduanya, Billy justru bertanding di kelas yang berbeda yakni -100 kg.

“Tantangannya berbeda antara kelas -90 kilogram dengan -100 kilogram. Karena lawan yang dihadapi berbeda sehingga harus punya taktik yang beda juga,” kata dia.

BACA JUGA: Konsep Buruan SAE Dilirik Dunia

fokusjabar.id pon xx billy sugara judo
Billy Sugara saat mengalahkan judoka Papua Barat, Frangkling Kakalang di kelas +100 kg putra cabang olahraga Judo PON XX/2021. (FOTO: Ageng)

Meski menghadapi tantangan berbeda dengan lawan yang memiliki berat badan yang jauh lebih besar, Billy pun masih mampu mencetak prestasi. Tidak hanya sekedar mampu mengatasi lawan-lawannya, medali emas pun berhasil diraih Billy Sugara.

Di PON XX yang digelar tahun 2021 di Papua, Billy kembali masuk dalam jajaran tim. Cabang olahraga judo sendiri dipertandingkan di Gor Eme Neme Youware, Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Di ajang PON ketiganya, Billy kembali tampil di kelas berbeda. Bukan kembali ke kelas awal yakni -90 kg, suami dari atlet angkat berat Jabar Siti Haeroni ini kembali naik kelas. Kelas terbesar dalam pertandingan judo yakni +100 kg.

Di kelas baru ini, Billy pun menjadi pejudo yang paling ringan dengan memiliki berat badan 106 kg. Sementara lawan yang dihadapinya memiliki berat badan diatas 109 kg.

“Itulah yang menjadi tantangan saya. Ini jadi pembuktian bagi saya, apakah bisa mengulang sukses di dua PON sebelumnya atau tidak,” kata dia.

Di putaran pertama pertandingan cabang olahraga judo kelas +100 kg PON XX/2021, Billy menghadapi lawan dengan berat badan 162 kg asal DI Yogyakarta, Toga Pramandita. Menang dari Pramandita, Billy berhadapan dengan pejudo Bali, I Gede Agastya Darma W yang memiliki berat badan 109 kg dan kembali memenangkan laga.

Pada partai puncak kelas +100 kg, atlet asal Karawang ini berhadapan dengan pejudo dengan berat badan 123 kg asal Papua Barat, Frangkling Kakalang. Meski memiliki postur badan yang jauh lebih besar, nyali Billy tidak ciut.

Teriakan keras sebelum bertanding yang menjadi salah satu ciri khasnya, mengawali laga perebutan medali emas di kelas +100 kg tersebut. Tidak perlu lama, Billy pun mampu mengatasi perlawanan lawannya dan berhasil meraih medali emas.

“Ada semangat berlebih bagi saya di PON XX kali ini. Jadi saya harus bisa memberikan yang terbaik,” aku Billy.

Tidak menyaksikan tumbuh kembang sang anak yang kini berusia sekitar dua tahun, menjadi hal penting yang harus dikorbankan. Apalagi, sang istri pun harus bersiap menghadapi PON XX sebagai atlet angkat berat.

“Istri dan anak yang menjadi penyemangat bagi saya tampil habis-habisan di PON XX ini meski banyak hal non teknis yang mewarnai. Kalau tidak bisa membawa medali emas, sia-sia semua pengorbanan yang sudah saya jalani padahal tumbuh kembang anak itu tidak ada harganya,” Billy menegaskan.

fokusjabar.id pon xx billy sugara judo
Pengalungan medali kelas +100 kg putra cabang olahraga Judo PON XX/2021 Papua. (FOTO: Ageng)

Mencetak hattrick medali emas di tiga kali PON dan di tiga kelas berbeda, menjadi pembuktian ketangguhan seorang Billy Sugara di matras Judo. Sepengetahuannya, belum pernah ada pejudo manapun yang mampu mencetak hattrick medali emas PON di tiga kelas yang berbeda.

“Itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Tiga emas PON di tiga kelas berbeda, yang sepengetahuan saya belum pernah ada pejudo di Indonesia atau dunia yang mampu melakukan itu. Hanya saya. Itu yang membuat PON XX di Papua ini menjadi spesial bagi saya,” kata dia.

BACA JUGA: Menko PMK: Pekerja Migran Harus Dapat Jaminan Hak

Usai perhelatan PON XX, Billy mengaku akan menebus waktu yang hilang bersama anak hasil buah cinta dengan Siti Haeroni. Dia akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan sang buah hati dan memberikan suport bagi sang istri yang masih berjuang mengharumkan nama Jabar di Bumi Cendrawasih.

“Beres PON XX ini, saya mau hibernasi dulu. Menghabiskan waktu dengan anak yang selama ini selalu ditinggal orang tuanya. Mudah-mudahan apa yang dilakuakn kedua orang tuanya akan menjadi kebanggaan bagi anak saya. Kalau untuk PON XXI tahun 2024, kita lihat saja nanti. Apakah saya masih sanggup dan masuk tim judo Jabar atau seperti apa,” Billy menutup obrolan.

(Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img