spot_img
Minggu 13 Juni 2021
spot_img
spot_img

Hari Bung Karno, PDIP  Jabar Ziarah ke Makam Marhaen

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengurus DPD PDIP Jawa Barat bersama ratusan kader lainnya berziarah ke makam Ki Marhaen di Kampung, Cipagalo, Mengger, Kota Bandung, Sabtu (5/6/2021).

Marhaen adalah seorang petani penggarap yang menginspirasi Presiden Soekarno. Bahkan Marhaen menjadi cikal bakal lahirnya ideologi Marhaenisme yang hingga saat ini dianut PDIP.

“Marhaen adalah sosok yang tidak lepas dari sejarah perjuangan bung Karno dalam memerdekakan bangsa ini. Marhaen menjadi inspirasi ideologi Marhaenisme, ajaran yang memiliki kekhasan yang hanya ada di Indonesia,” kata Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono saat memimpin doa dan tabur bunga di Makam Marhaen, Sabtu (5/6/2021).

BACA JUGA: PDIP Serahkan B1-KWK Pada 8 Paslon Pilkada Jabar

Marhaen ini, kata Ono, menjadi sebuah penyemangat bagi Bung Karno dalam memperjuangkan Indonesia keluar dari penjajahan, hingga akhirnya Indonesia bisa merdeka pada 17 Agustus 1945.

“Intinya kami PDIP mengenal Jas Merah atau jangan sekali sekali meninggalkan sejarah. Selain peringatan Bulan Bung Karno yang dilaksanakan sepanjang bulan Juni ini. Kami berharap agar siapapun yang telah berjasa di bumi Indonesia ini, wabil khusus Bung Karno akan selalu menjadi inspirasi,” kata dia.

Tidak hanya itu, Ono pun mendorong pemerintah Kota Bandung untuk memberikan perhatian pada makam Marhaen yang telah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya.
Namun ironisnya, situs sejarah tersebut seolah tak jelas, bahkan lingkungan di sekitarnya terkesan tak terurus.

“Saya berharap Pemkot Bandung melakukan penataan, baik di situs makamnya, lingkungan sekitar, dan juga kegiatan masyarakatnya, apalagi makamnya berada di pinggir pemukiman masyarakat, sehingga perlu ditata agar lebih rapi, mengingat ini adalah satu tempat berseharah,” kata dia.

Sekretaris DPD PDIP Jabar Ketut Sustiawan menambahkan, Marhaenisme merupakan paham yang menentang penindasan kepada rakyat kecil.

Bahkan, Soekarno mendengungkan nama Marhaen dalam pidato pembelaan Indonesia Menggugat pada Agustus 1930.

“Persinggungan Bung Karno dengan Marhaen telah melahirkan ideologi marhaenisme di mana di dalamnya terkandung alur pemikiran yang konsisten, suatu ideologi yang membela rakyat dari penindasan dan pemerasan, kapitalisme, kolonialisme/ imperialisme serta feodalisme,” kata Ketut.

Sementara Ketua DPC PDIP Kota Bandung Achmad Nugraha mengatakan bahwa Situs Makam Marhaen sudah ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi UU RI No 11/2010 dan Perda Kota Bandung No 19/2009. Sesuai Perda, situ makam ini harus ditata beserta dengan lingkungan di sekitarnya.

“Saya mendorong agar Pemkot Bandung melaksanakan Perda tersebut yang dibuat untuk dilaksanakan. Saya datang ke sini juga ingin mengawasi karena sejak ditetapkan sebagai cagar budaya 2 tahun lalu, belum terlihat ada tindak lanjut dari Pemkot Bandung,” kata Achmad.

Pihaknya pun akan meminta Wali Kota Banudng agar membeli tanah di sekitar makam ahar ditata dan tidak terlihat kumuh. Sejarah ini harus dihargai.

Nilai-nilai bahwa bangsa ini memiliki founding father yang mendapatkan inspirasi dari rakyat kecil,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, jajaran pengurus DPD PDIP Jabar didampingi keluarga dan keturunan marhaen menggelar doa bersama untuk almarhum serta mengajak masyarakat untuk mencontoh spirit dari seorang petani inspiratif itu.

(LIN)

Artikel Lainnya

spot_img