spot_img
Minggu 19 Mei 2024
spot_img
More

    Xiami Poco F3, Si Ponsel Ngebut yang Harganya Terlalu Murah!

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Xiaomi Poco F3 telah resmi dirilis di Indonesia. Dengan spesifikasi gahar, ponsel ini dinilai terlalu murah.

    Dibanderol pada kirasaran Rp 5 jutaan, F3 hadirl dengan otak Snapdragon 870 yang sangat mirip dengan Snapdragon 865, juga dengan layar Super AMOLED E4 120Hz.

    Kombinasi itu bisa dicapai dengan menghilangkan sejumlah hal yang dianggap Xiaomi tak dibutuhkan oleh pengguna Poco F3, seperti wireless charging, sensor sidik jari di bawah layar, dan juga port audio 3,5mm. Uniknya, F3 malah punya rating IP53 yang tahan percikan air. Sementara Mi 11 malah tak punya rating IP sama sekali.

    Xiaomi memang berungkali menyatakan kalau pasar yang ditargetkan oleh Poco adalah pengguna yang mementingkan kecepatan. Jadi Poco memang hanya memberikan fitur-fitur yang dibutuhkan pengguna.

    BACA JUGA: Xiaomi Redmi Note 10S Dilengkapi NFC dan Super Performance

    “Filosofi produk Poco cukup berbeda, menawarkan semua yang Anda butuhkan dan bukan yang tidak. Hal itu karena fokus dan pengalaman murni yang memungkin kami menawarkan performa tak terkalahkan dengan harga yang gila,” kata Country Director Xiaomi Indonesia.

    Terasa mewah, bodi Poco F3 sama sekali tak terlihat seperti HP di kelas Rp 5 jutaan. Baik depan dan belakangnya dibalut oleh kaca walau pinggirannya berbahan plastik.

    Ilustrasi. (web)

    Poco F3 6,67 dibekali layar inch yang sangat terang diklaim mencapai 1300 nits. Dilengkapi panel Super AMOLED E4 yang punya refresh rate 120Hz. warna yang ditampilkan sangat menawan.

    Namun sayangnya Xiaomi hanya memberikan opsi pengaturan refresh rate 60Hz dan 120Hz, bukan adaptive seperti di beberapa HP lain.

    layar ini juga sangat responsif untuk bermain game, karena punya touch sampling rate 360Hz.

    Kamera memang bukan salah satu sektor yang ditonjolkan di HP Poco, begitu juga di F3. Namun bukan berarti kualitas kameranya jelek, melainkan setara dengan HP lain di kelas harga ini.

    Ilustrasi. (web)

    Dalam kondisi terang, hasilnya cukup memuaskan dan di kondisi gelap kualitasnya cukup menurun. Oh ya, kamera belakangnya ada tiga, kamera utama 48MP, kamera ultrawide 8MP, dan kamera telemacro 5MP. Lalu kamera depan 20MP.

    Namun yang unik, kamera telemacronya bisa menghasilkan foto yang lumayan — tak sebagus kamera utama memang. Padahal kamera dengan embel-embel macro inilah yang biasanya ‘dikorbankan’ oleh pabrikan HP untuk menekan harga.

    Untuk dapur pacu, ponsel ini memang sangat istimewa. Bagaimana performa Snapdragon 870 yang jadi otak HP ini? Ya, seperti yang gembar-gemborkan. Kencang, tak sekencang Snadragon 888 memang, tapi juga tak sepanas Snapdragon 888.

    Bisa dibilang ini adalah chip Qualcomm yang terkencang kedua di bawah Snapdragon 888, yang perbedaannya bisa dibilang hanya terlihat dari skor benchmark sintetis. Sementara di penggunaan sehari-hari dan juga saat dipakai bermain game berat hampir tak terasa perbedaannya.

    Bahkan jaringan 5G pun juga didukung oleh chip ini, meski saat ini memang belum ada jaringan 5G yang tersedia di Indonesia.

    Performanya ini juga didukung penggunaan chip storage yang kencang, yaitu UFS 3.1 (256GB), tanpa tambahan slot microSD untuk ekspansi.

    ada satu kelemahan di sektor ini untuk Poco F3, yaitu MIUI (versi 12.0.5) yang terasa agak kurang stabil. Padahal, hal ini tak kami rasakan di beberapa HP Poco lain yang sebelumnya pernah dijajal, begitu juga di Mi 11.

    Poco F3 baik uji benchmark maupun bermain game berat tentu bisa dilalui dengan mudah. Dan itulah yang terjadi saat kami menguji F3 dengan beberapa software benchmark dan beberapa game populer.

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img