spot_img
Rabu 30 November 2022
spot_img
More

    29 Warga Cianjur Keracunan Olahan Kulit Sapi Setelah Berbuka Puasa

    CIANJUR,FOKUSJabar.id: Sebanyak 29 orang keracunan setelah menyantap olahan kulit sapi di Desa Salagedang, Cianjur. Satu orang di antaranya harus menjalani perawatan intensif.

    Warga yang keracunan ini berasal dari tiga kampung di Desa Salagedang. Awalnya mereka membeli olahan kikil atau kulit dari pedagang keliling Kamis (6/5/2021) malam.

    Tidak lama setelah mereka menikmati makanan itu selepas berbuka puasa, beberapa warga Cianjur tersebut mengeluhkan pusing dan mual.

    “Kemarin magrib beli kulit, saya beli delapan potong. Dibagiin juga ke tetangga yang mau. Tapi setelah makan, saya merasa pusing dan mual, sempat muntah juga. Ternyata bukan hanya saya, tetangga yang ikut makan mengalami hal yang sama,” kata Siti Saadah, salah satu korban keracunan, Jumat (7/5/2021).

    Pagi harinya, Siti dibawa ke Puskesmas Cibeber lantaran kondisi memburuk. Dia terkejut karena bukan hanya dia dan tetangganya yang mengalami keracunan, ternyata banyak warga dari dua kampung lainnya yang keracunan.

    BACA JUGA: Penyekatan Larangan Mudik di Sejumlah Daerah di Jabar Masih Longgar

    “Gejalanya sama, mulai dari mual sampai diare. Tadi pagi juga ada beberapa orang yang dibawa ke puskesmas,” kata Siti, seperti dilansir Detik.

    Dokter Umum Puskesmas Cibeber Cianjur Nina Winarti mengatakan, pihaknya menerima laporan kercunan tersebut pada Kamis malam hingga Jumat pagi.

    “Dari semalam informasi adanya korban masuk. Sebagian ada yang diperiksa di rumah, dan sebagian lagi dirawat di Puskesmas. Total ada 29 orang,” kata Nina.

    Nina menyebut satu korban harus menjalani perawatan intensif lantaran mengalami keracunan saat kondisi hamil tiga bulan.

    “Sebagian besar sudah kembali pulang dan istirahat di rumah. Tapi ada yang kondisinya cukup parah, mungkin karena sedang hamil. Pasien tersebut kami pantau terus,” kata dia.

    Dia mengaku belum bisa memastikan penyebab terjadinya keracunan massal tersebut. Namun sampel kulit olahan sudah dibawa untuk dilakukan tes laboratorium.

    “Penyebab pastinya belum tahu, tapi sampel makanannya sudah dibawa dan diuji lab,” ujarnya.

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img