spot_img
Sabtu 8 Mei 2021
spot_img
spot_img

Iklim Investasi di Kota Banjar Mandeg, Nana Telusuri Penyebabnya

BANJAR, FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana berencana membangun iklim investasi untuk mengatasi pengangguran di kota administratif yang resmi terbentuk pada 21 Februari 2003 itu. Hal tersebut disampaikan Nana saat beraudiensi dengan organisasi buruh di Aula Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Banjar, Sabtu (1/5/2021).

Nana mengatakan, iklim investasi yang baik akan berdampak positif bagi kaum buruh atau masyarakat di Kota Banjar dalam mendapatkan kesejahteraannya.

“Kita harus bangun iklim investasi yang sifatnya dapat membuka lowongan yang banyak, ya untuk mengatasi pengangguran,” kata Nana.

Namun, Nana mengaku masih banyak kendala dalam rencananya memperbaiki iklim investasi. Banyak investor yang keluar masuk Kota Banjar karena merasakan adanya kejanggalan.

“Nggak tahu itu dari perizinannya atau apalah, saya belum menelusurinya. tapi yang jelas, beberapa investor yang masuk itu hengkang lagi dan pasti itu ada sesuatu yang tidak mengenakan,” kata dia.

BACA JUGA: Libur, Bek Persib Bandung Perkenalkan Puasa pada Anaknya

fokusjabar.id kota banjar investasi
Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana saat beraudiensi dengan organisasi buruh di Aula Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Sabtu (1/5/2021). (FOTO: Budiana)

Penyebab yang membuat para investor tidak betah berlama-lama berinvestasi di Kota Banjar, kata Nana, karena ketidakjelasan aturan terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala yang menghambat para investor datang dan berinvestasi.

“RTRW ini kan masih perubahan dan tidak bisa mutlak oleh Pemerintah Kota karena harus disesuaikan dengan provinsi,” Nana menjelaskan.

“Jika RTRW sudah jelas, mengenai letak kawasan industri, pertokoan, perdagangan, pergudangan, maka akan gampang menarik investor agar tidak hengkang lagi,” dia menambahkan.

Berdasarkan data yang diperoleh FOKUSJabar, pada tahun 2017 sempat hadir investor yang akan mendirikan pabrik pengolahan kayu di Pamongkoran, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan/Kota Banjar. Bahkan, Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih sendiri yang melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik tersebut.

Namun, investor tersebut mengurungkan niatnya dan pergi. Hal ini disinyalir karena ketidakjelasan lokasi pembangunan di dalam aturan RTRW yang hingga saat ini masih belum selesai diperbaiki.

(Budiana Martin/Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img