spot_img
Selasa 13 April 2021
spot_img
spot_img

Jelang Olimpiade Tokyo, Jepang Siapkan 18 Tes Penyelenggaraan

TOKYO,FOKUSJabar.id: Olimpiade Tokyo 2020 dipastikan digelar sesuai jadwal yakni pada 23 Juli sampai 8 Agutus 2021, setelah sebelumnya mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19. Tuan rumah penyelenggara, Tokyo, Jepang pun sudah melakukan berbagai persiapan.

Salah satu persiapan yang dilakukan yakni dengan menggelar tes penyelenggaraan menjelang pembukaan multieven olahraga internasional tersebut. Setidaknya akan ada 18 tes penyelenggaraan yang digelar sejak bulan Maret 2021 ini.

“Tes ini menyangkut pencegahan meluasnya pandemi Covid-19 dan akan berlangsung pekan ini,” kata CEO Tokyo 2020 Seiko Hashimoto seperti dilansir kompas.com, Selasa (30/3/2021).

Sebelumnya, pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 sudah melaksanakan tes penyelenggaraan pada pekan pertama Maret 2020. Yakni pada 6-8 Maret 2020 di cabang olahraga panjat dinding.

Saat tes itulah diketahui jika risiko penularan virus diprediksi meninggi sehingga pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang sebelumnya akan digelar 24 Juli sampai 9 Agustus 2020 pun diputuskan IOC diundur.

Pada bulan Maret 2021 ini pun, menurut rencana, panitia penyelenggara akan kembali menggelar tes penyelenggaraan. Setidaknya ada 18 tes yang akan direalisasikan.

BACA JUGA: 3 Atlet Judo Jabar Jadi Juara di Seleknas SEA Games XXXI

fokusjabar.id Olimpiade Tokyo 2020
Jepang terus bersiap menjelang gelaran Olimpiade Tokyo 2020. (FOTO: kompas.com)

Tak hanya itu, menurut penjelasan pemerintah Jepang, warga sepuh Jepang menjadi prioritas vaksinasi pada Maret 2021 sebagai langkah antisipasi menggelar Olimpiade Tokyo pada 23 Juli 2021 maupun Paralympic Tokyo pada 24 Agustus 2021. Setidaknya ada 30 juta warga yang menjadi target vaksinasi sepanjang Maret ini, sejalan dengan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Lalu 30 juta warga lansia dengan usia 65 tahun ke atas pun menjadi sasaran vaksinasi pada bulan yang sama. Hanya saja vaksin yang digunakan adalah buatan Pfizer.

Pemerintah Jepang pun mematok target tambahan 100 juta dosis vaksin yang rencananya akan diterima dari Pfizer pada Mei dan Juni 2021. Lalu di akhir Juni, Jepang pun akan menambah kembali jumlah vaksin untuk target pada Juli 2021 untuk dua sasaran.

“Vaksin pada Juli 2021 untuk penduduk usia 16 tahun ke atas dan warga asing yang tinggal di Jepang,” kata PM Yoshihide Suga.

Khusus warga asing, pemerintah Jepang memberikan syarat khusus. “Warga asing itu harus terdaftar di wilayah setempat,” tulis pernyataan itu.

Catatan resmi terkini Kantor Perdana Menteri Jepang menunjukkan, skala prioritas pun mencakup tenaga kesehatan garis depan. “Termasuk petugas medis Olimpiade Tokyo,” tulis catatan itu.

Pada pertengahan Februari, Jepang mencanangkan vaksinasi untuk 20.000 tenaga kesehatan garis depan. Target selanjutnya adalah 3,7 juta pekerja medis garda depan. Hingga pekan akhir Februari, ada 18.000 warga yang sudah mendapat vaksinasi hingga dua sesi.

(Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img