spot_img
Senin 12 April 2021
spot_img
spot_img

5 Kerangka Pembangunan Pariwisata sebagai Sektor Unggulan Indonesia

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Terutama yang menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi, demikian dikatakan Mahasiswa Doktor Ilmu ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Soviyan Munawar.

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang dalam berusaha membangun industri pariwisata sebagai salah satu cara untuk mencapai neraca perdagangan luar negeri yang berimbang.

Sektor ini di Indonesia menduduki peranan yang sangat penting dalam menunjang pembangunan nasional sekaligus merupakan salah satu faktor yang sangat strategis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa negara (tourism).

BACA JUGA: Bangun Ekosistem Inovasi dan Entrepreneurship Mahasiswa Lewat Program PMW X TOP ITB

Menurut Soviyan, pengertian tentang pariwisata mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Namun, pada hakekatnya adalah suatu bentuk wisata yang bertanggungjawab terhadap kelestarian area yang masih alami (natural area)memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya bagi masyarakat setempat.

soviyan munawar fokusjabar.id
Soviyan Munawar

Terkait hal itu, dia mencoba melakukan diskusi dengan alumni studi Pembangunan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan para dosen.

Dalam alur diskusi tersebut mendapatkan beberapa  intisari. Di antaranya:

  1. Pembangunan pariwisata Indonesia memerlukan konsep strategi kebudayaan sebagai pendekatan yang akan memiliki nilai keunikan dan inovasi berkelanjutan.
  2. Namun tantangan dalam aspek sosial, pembangunan fasilitas dan infrastruktur juga kapabalitas, kompetensi SDM menjadi kunci untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan serta berdampak pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.
  3. Penentuan sasaran dan target segmentasi pariwisata dan upaya strategi, branding, promosi dan yang lainnya harus dilihat secara komprehensif dari sisi pemerintah, masyarakat, pengusaha, wisatawan dan para stakeholder.
  4. Peran pemimpin daerah dalam mengembangkan pariwisatanya menjadi penting dengan kejelasan visi, misi dan program kerjanya dengan memperhatikan share -knowledge dan strategi pengembangan infrastruktur dan SDM.
  5. Penting melakukan optimalisasi dari sisi teknologi informasi-digitalisasi tourism/flatform media sosial dan penguatan kolaborasi komunitas ekonomi kreatif, penggiat pariwisata yang mendukung pengembangan dan inovasi serta promosi.

Kata Dia, lima kerangka tersebut bisa digunakan dalam kajian RUU dan aspek pembangunan di daerah.

Dari point tersebut bisa menjadi aktivitas dan program turunan identitas daerah sebagai konsep mengembangkan destinasi.

“Saya kira ide development dan tourism menjadi prinsip nilai yang dapat dijadikan acuan. Bukan sekedar membangun tourism, tapi dapat dijadikan sektor yang berkontribusi membangun daerah dan mengembangkan jati diri /identitas daerah,” kata Soviyan Munawar.

(Bambang Fouristian)

Artikel Lainnya

spot_img