Rabu 24 Februari 2021

Pratu Anumerta Ginanjar Arianda Sosok TNI yang Baik

BANJAR,FOKUSJabar.id: Almarhum Pratu Anumerta Ginanjar Arianda korban adu tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua,di kenal memiliki sosok yang baik.

Menurut Ayahanda Pratu Anumerta, Dede Anda, anak bungsu dari dua bersaudara tersebut memiliki kepribadian yang baik. Bahkan dari kecil sosoknya itu selalu menjadi kebanggan kedua orang tuanya.

“Pratu Anumerta sosok yang selalu membanggakan orangtua. Kepribadian almarhum itu sangat penurut dari kecil hingga jadi tentara,” kenang Dia pada FOKUSJabar usai pemakaman yang dilakukan secara militer di komplek Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa Kota Banjar Jawa Barat, Rabu (17/2/2021).

BACA JUGA: Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Banjar Laksanakan Operasi Yustisi

Dede menambahkan, almarhum anaknya sangat bertekad menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bahkan saat mendaftar, sempat gagal dua kali dan yang ketiga kalinya keterima sebagai Tamtama di Yonif Raider 406/Brigif-4 DR, Purbalingga, Jawa Tengah.

“Keinginan dia menjadi prajurit TNI sangat besar. Dia sempat gagal dua kali waktu daftar setelah lulus dari sekolah (2017). Baru tahun 2018 gelombang dua, almarhum keterima menjadi Tamtama dan langsung di Dinaskan di Raider 406 Purbalingga,” kata dia.

Menurut Dede, sehari sebelum mendapat kabar meninggal, korban sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui sambungan telpon. Dia sempat bercanda dengan almarhum Pratu Anumerta yang gugur saat bertugas melawan KKB Papua.

“Sehari sebelumnya ketika saya pulang kerja, ibunya lagi telponan sama almarhum, kemudian waktu itu saya meminta bicara. Saya waktu itu menanyakan kabar dia. Almarhum menjawab sehat,” kenang Dede.

Saat itu, korban juga didoakan supaya tugasnya cepat selesai dan segera pulang dan dijanjikan akan disediakan makanan enak (Ikan gurame). 

Namun, pada tanggal 15 Februari 2021 sekitar pukul 08.00 WIB, pihaknya mendapatkan kabar meninggalnya prajurit TNI atas baku tembak dengan KKB di Papua dan Keluarga pratu Anumerta Ginanjar kaget saat mendapat kabar tersebut.

“Ya, sekitar pukul 08.00 WIB mendapat kabar gugur di medan perang,” tutur Dede.

Atas peristiwa yang menimpa anaknya, Dede berharap agar pemerintah pusat bisa segera menuntaskan persoalan di Papua agar tidak memakan korban jiwa lagi yang menimpa prajurit TNI. 

“Saya harap korban meninggal atas konflik Papua, ini yang terakhir menimpa anak saya. Jangan sampai ada korban jiwa lagi. Saya juga minta doanya untuk almarhum agar husnul khotimah,” pungkasnya. 

(Budiana Martin/Bambang)

Artikel Lainnya

Pratu Anumerta Ginanjar Arianda Sosok TNI yang Baik 1