Jumat 4 Desember 2020

21 Aplikasi Android Berbahaya, Wajib Dihapus!

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Perusahaan keamanan siber, Avast menyatakan ada 21 aplikasi android berbahaya yang telah disusupi malware, Senin (26/10/2020).

Namun, 19 dari 21 aplikasi android berbahaya itu masih bisa diunduh di Google Play Store. Saat ini, Google menyatakan masih melakukan investigasi terhadap laporan Avast tersebut.

Sebanyak 21 aplikasi ini merupakan bagian dari keluarga HiddenAds. HiddenAds adalah aplikasi yang menyamar sebagai aplikasi permainan dengan sengaja dan membombardir pengguna dengan banyak iklan menganggu setelah aplikasi diinstal.

Melansir CNN, HiddenAds termasuk ke dalam kategori adware (advertising malware/ malware iklan). Ini adalah jenis perangkat lunak berbahaya.

BACA JUGA: Ini 10 Smartphone Paling Laku di Dunia

Berikut daftar 21 aplikasi android berbahaya yang berisi malware di Google Play Store yang wajib dihapus.

1. Shoot Them
2. Crush Car.
3. Rolling Scroll.
4. Helicopter Attack-New.
5. Assasin Legend-2020 New.
6. Helicopter Shoot.
7. Rugby Pass.
8. Flying Skateboard.
9. Iron It.
10. Shooting Run.
11. Plant Monster.
12. Find Hidden.
13. Find 5 Differences-2020 New.
14. Rotate Shape.
15. Sway Man.
16. Desert Against.
17. Money Destroyer.
18. Cream Trip-New.
19. Props Rescue.
20. Jump Jump.
21. Find The Differences-Puzzle Game.

Ada sejumlah cara untuk mengenali aplikasi android berbahaya adware seperti ini. Sehingga, pengguna tak perlu terjebak menginstal aplikasi Android berbahaya.

Berikut cara yang juga bisa digunakan agar terhindar dari aplikasi malware lain, seperti ransomware dan spyware di Android Play Store.

Mengenal aplikasi Android berbahaya yang harus dihapus

1. Jangan terkecoh jumlah instalasi

Pengguna jangan terpengaruh dengan angka jumlah aplikasi yang sudah diunduh. Sebab angka unduhan itu tidak menjamin suatu aplikasi lebih aman dan terpercaya. Sebab, 21 aplikasi di atas sudah diunduh lebih dari 8 juta kali di berbagai perangkat Android di seluruh dunia.

2. Perhatikan review

Ulasan (review) mesti diperhatikan. Sebab, jika ada terlalu banyak review dengan jumlah bintang 1 dan bintang 5 yang banyak, kemungkinan aplikasi itu berbahaya.

Selain itu, pada bagian ulasan bintang 1 banyak pengguna yang mengeluh kalau apliaks itu tak banyak berguna dan punya banyak iklan. Sementara ulasan bintang 5 terlalu memuji-muji aplikasi ini. Bisa dibiliang ulasan bintang 5 kemungkinan adalah ulasan bayaran.

Sementara aplikasi dengan bintang 3 ke bawah bisa diduga adalah aplikasi berbahaya atau tidak bagus. Sehingga, pengguna tak perlu repot-repot mengunduh.

3. Pengembang cuma punya satu aplikasi

Ciri lain yang harus diperhatikan jika pengguna mengklik profil pengembang dan ternyata ia cuma punya satu aplikasi saja.

Ini menjadi peringatan serius, sebab bisa jadi sebenarnya nama pengembang atau perusahaan aplikasi itu sebenarnya memiliki banyak akun.

Mereka sengaja membuat banyak akun untuk menghindari ketika Google suatu saat mengetahui kejahatan yang mereka lakukan dan menutup akun tersebut. seperti dilansir Phone Arena.

4. Lewat iklan Youtube

Berdasarkan review pengguna, mereka menemukan apliaksi ini dari iklan di Youtube. Iklan Youtube itu mengiming-imingi pengguna permainan game yang berbeda. Setelah pengguna mengunduh, ponsel mereka mulai dibanjiri iklan.

“Pengembang adware kini kerap menggunakan media sosial…Kali ini pengguna melaporkan mereka tahu aplikasi ini dari Youtube. Laporan pada September, adware ini menyebar lewat TikTok,” kata Jakub Vávra, Threat Analyst di Avast, seperti dikutip PR News Wire.

(Agung)

Artikel Lainnya

RBM Kembangkan Pendampingan Secara Masif

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Bandung terus mengembangkan...

Bank bjb Sambut Kebangkitan Ekonomi dengan Optimisme dan Inovasi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: bank bjb sebagai salah satu perbankan nasional yang terlibat aktif dalam berbagai upaya pemulihan, terlebih melalui intervesi sektor keuangan, menyambut positif suasana kebangkitan.Hal...

Oded Terbitkan 7 Intruksi Pencegahan Covid-19, Ini Isinya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menyelesaikan persoalan pandemi Covid-19 di Kota Bandung. Berbagai peraturan telah ditebitkan guna mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan...

iPhone Terbaru Pakai Lensa Periskop Samsung?

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Beredar rumor bahwa iPhone terbaru bakal menggunakan lensa speriskop buatan Samsung. Digiitimes dalam laporannya mengatakan, Apple tengah meningkatkan kamera ponsel terbarunya dengan meningkatkan kemampuan...

Bio Farma Siap Luncurkan Infrastruktur Digital Covid-19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bio Farma siap meluncurkan infrastruktur digital untuk memenuhi program vaksin Covid-19.Saat ini Bio Farma tengah mempersiapkan infrastruktur tersebut baik untuk kebutuhan program pemerintah...

Polres Banjar Sita Obat-obatan di Toko Kelontong

BANJAR,FOKUSJabar.id: Polres Banjar menyita beberapa jenis obat-obatan di salah satu toko atau warung kelontongan di wilayah Kota Banjar, Jabar, Kamis (3/12/2020). Obat-obatan yang disita merupakan...

Di LaLiga, Diego Maradona Tinggalkan Warisan

SPANYOL,FOKUSJabar.id: Diego Maradona sang legenda Sepakbola dunia tutup usia, Rabu (25/11/2020), para pecinta si kulit bundar di Spanyol berduka. Bagaimana tidak, Dia meninggalkan warisan...