Rabu 23 September 2020

Sebelum ke Banjar UAS Ceramah di Pager Ageung

BANJAR, FOKUSJabar.id: Seorang jamaah disiram air keras oleh orang tak dikenal saat pulang dari pengajian Ustadz Abdul Somad (UAS) di Kota Banjar, Selasa (15/9/2020) malam. Saat kejadian, korban bernama Saepul Rohman warga Cirebon asli Madura Jawa Timur itu hendak pulang setelah mengikuti pengajian UAS di Pondok Pesantren Miftahul Ikhsan.

Disiram Air Keras

Korban hendak pulang dan berjalan meninggalkan Ponpes Miftahul Ikhsan, setibanya di lokasi kejadian, orang tak dikenal menggunakan sepeda motor menghampirinya dan langsung menyiramkan air keras ke wajahnya.

Korban Tidak Menghindar

Saepul yang kaget dengan kejadian itu tidak bisa menghindari serangan air keras itu. Akhirnya air keras itu mengenai bagian wajahnya dan Saepul tak kuasa menahan sakitnya.

“Saat sedang berjalan meninggalkan lokasi, tiba-tiba ada yang menyiram wajah saya,” kata Saepul di ruang IGD RSUD Kota Banjar, Rabu (16/9/2020).

BACA JUGA: Pembelajaran Tatap Muka dilakukan SMAN 1 kota Banjar

Ke RSUD Malam Hari

Dokter di RSUD Kota Banjar dr.Novita mengatakan bahwa korban penyiraman air keras tiba di RSUD malam hari. Setibanya di rumah sakit, korban langsung ditangani dokter dan lukanya dibersihkan kemudian diberikan obat anti nyeri.

Kondisi pasien, kata Novita sudah stabil dan tidak ada keluhan lainnya, karena luka yang diderita sudah mulai tidak terasa.

Cairan Berlendir

Saat diperiksa di bagian wajah korban ditemukan cairan berlendir berwarna hijau, dan wajah korban sangat merah.

“Di bagian leher pun terluka, Alhamdulillah matanya yang kecipratan air keras tidak berdampak pada penglihatan. Penglihatannya masih normal,” kata dia.

UAS di Pager Ageung Tasikmalaya

UAS
UAS tampak tersenyum melihat anak-anak santri Al Husni mempraktikan kaulinan budak (foto LIN)

Sebelum ke Banjar, UAS mengisi pengajian di Masjid Besar Ar Ridla di Pageur Ageng Kabupaten Tasikmalaya. Warga di sana sangat antusias mendengarkan tausiah yang disampaikan Ustadz bergelar profesor itu.

Warga mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak hingga anak muda membuncah di masjid hingga pelataran masjid bahkan jalan raya tak jauh dari masjid. Kendati begitu, protokol kesehatan Covid-19 tetap dijalankan dengan baik.

Masker, hand sanitizer dan perlengkapan protokol kesehatan lainnya tampak tetap melekat di setiap badan jamaah yang datang di masjid tersebut.

Pejagaan Ketat

UAS
UAS tampak dijaga ketat untuk tetap memaksimalkan protokol kesehatan , UAS juga memakai masker setibanya di masjid (Foto LIN)

Untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, UAS dijaga relawan dan ‘Sahabat UAS’  agar warga dan lainnta bisa menjaga jafak (social distancing) sesuai anjuran pemerintah.

UAS yang saat itu berpakaian batik lengkap dengan peci hitamnya itu melambaikan tangan dan menjawab salam warga meski tidak terlihat senyum menyeringai khasnya karena UAS memakai masker.

Selama kurang lebih satu jam UAS menyampaikan tausiahnya dan berpesan agar tetap menjaga ukhuwah dan berdoa agar semua berada dalam lindungan Alloh Subhanahu Wata’ala.

“Barang siapa keluar rumah dengan niat menuntut ilmu, maka dia sama dengan orang yang jihad di jalan Alloh sampai dia kembali lagi,” kata UAS mengutip keterangan

Bumi Ageng

SelesaAi dari masjid itu, UAS menerima undangan makan di Bumi Ageng milik salah seorang tokoh Pager Ageung Kabupaten Tasikmalaya Taufik Faturohman. Selain tokoh Pager Ageung, Taufik juga dikenal sebagai tokoh Sudong (Sulap Dongeng), manajer Persib Junior dan seniman serba bisa.

UAS
Hampir Mulus Melintasi Bambu yang dibentangkan di atas Kolam, akhirnya meluncur ke air (Foto LIN)

Di Bumi Ageung UAS disuguhkan Kaulinan Budak (permainan tradisional anak), tampak senyum dari wajah UAS yang sesekali membuka maskernya hanya untuk memberikan senyuman kepada warga yang hadir.

UAS
Seorang Anak Meluncur ke Kolam Renang saat Gagal Melintasi Bambu yang dibentangkan di ata kolam (Foto LIN)

Anak-anak yang menyuguhkan kaulinan pun sangat antusias karena ingin dilihat ustadz yang garang di mimbar namun lembut itu.

Selain kaulinan budak, Taufik sebagai tuan rumah pun memperlihatkan seni terbang yang dimainkan santri Pondok Pesantren Al Husni kepada UAS.

Para Santri Al Husni Pager Ageung Kabupaten Tasikmalaya memainkan Terbang (kesenian khas) di salah satu ruangan di Bumi Ageung (Foto LIN)

Selesai makan, ramah tamah dan lainnya UAS beranjak menuju jadwal berikutnya, yakni menuju Ciamis dan Kota Banjar.

(Olin)

Artikel Lainnya

178 Pegawai Pemkot Bandung yang Positif Covid-19 Sembuh

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebanyak 178 pegawai pemerintah kota Bandung yang terkomfirmasi...

Ekspansi Kredit, Bank bjb Jalin Kerja Sama dengan BNPB

JAKARTA,FOKUSjabar.id: Bank bjb terus melakukan ekspansi kredit perbankan di berbagai sektor seiring hadirnya permintaan pembiayaan dari masyarakat dan lembaga. Bertempat di Kantor Badan Nasional PenanggulanganBencana...

4 Hari Berturut-turut Saham Prancis Untung

PARIS,FOKUSJabar.id: Saham-saham Prancis berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu (16/9/2020), mencatat keuntungan untuk hari keempat berturut-turut, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek...

Stok Darah di PMI Kota Bandung Menurun Drastis

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung terus mengalami penurunan di masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung enam bulan. Meski demikian,...

8 Jurus Ampuh Atasi Insomnia

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Insomnia atau gangguan tidur di malam sangat mengganggu. Pasalnya, tidur merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting dan harus dicukupi. Orang yang mengidap insomnia umumnya...

Menilik Sejarah Leuwi Kujang dan Sisir di Selacai, Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Leuwi Sisir dan Leuwi Kujang yang berada di aliran Sungai Cimuntur, Dusun Ciheras, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jabar, menyimpan banyak sejarah....

Camat Dolo Selatan: Warga Terdampak Banjir Sigi Butuh Air Bersih

SIGI,FOKUSJabar.id: Camat Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Ali Nurdi mengatakan, korban bencana banjir saat ini membutuhkan air bersih menyusul sumber dan jaringan...