spot_img
Minggu 20 Juni 2021
spot_img
spot_img

Ini Kolaborasi Gojek dan Lifebouy Tingkatkan Protokol Kesehatan

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pandemi virus Corona, Gojek kolaborasi dengan Lifebuoy tingkatkan protokol kesehatan.

Gojek melengkapi puluhan ribu armada GoCar dengan hand sanitizer dari Lifebuoy yang bisa dipakai mitra pengemudi dan pengguna layanan selama perjalanan.

Kolaborasi yang berlangsung sepanjang Agustus merupakan bagian inisiatif Gojek Jaga Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan (J3K) untuk memastikan mitra dan pelanggan bisa tetap beraktivitas secara produktif.

Baca Juga: Gojek Xcelerate Xtra, Program Pelatihan bagi Startup

“Kerja sama dengan Lifebuoy, produk sanitasi yang telah menjadi andalan masyarakat, menjadi salah satu wujud kolaborasi untuk membantu mencegah penyebaran virus Corona dan mendukung kelancaran produktivitas masyarakat luas,” kata Chief of Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, Selasa (21/7/2020).

Beauty and Personal Care Director Unilever Indonesia, Ira Noviarti mengatakan, pihaknya percaya kemitraan dengan berbagai pihak adalah kunci membantu Indonesia bangkit dari krisis virus Corona. 

“Melalui kemitraan dengan Gojek ini, kami yakin akan bisa membantu masyarakat Indonesia untuk bisa kembali beraktivitas pasca-PSBB dengan lebih aman dan merasa nyaman,” katanya.

Gojek saat ini mengoperasikan puluhan Zona Nyaman J3K yang menyediakan empat jenis layanan untuk pengemudi dan pelanggan. Yakni, pengukuran suhu tubuh, pengelolaan antrean dengan prinsip jaga jarak, penyediaan hand sanitizer dan penutup rambut juga distribusi masker untuk pengguna yang tidak membawa.

Selain di empat Stasiun Terpadu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, zona ini ada di puluhan lokasi strategis, termasuk di simpul transportasi massal seperti stasiun.

Aplikasi Gojek juga menampilkan status suhu tubuh dan kebersihan kendaraan di aplikasi yang bisa dilihat pengguna ketika memesan layanan transportasi.

Sekat pelindung yang berfungsi meminimalisasi penyebaran virus lewat droplet telah diterapkan secara bertahap untuk armada roda empat di 16 kota operasional utama.

(Bambang/Ant)

Artikel Lainnya

spot_img