Sabtu 19 September 2020

Diet Rendah Karbo Lebih Cocok Jaga Kesehatan Jantung Penderita FH

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Diet rendah karbohodrat disebut lebih cocok dibanding diet rendah lemak yang kerap disarankan bagi penderita familial hypercholesterolemia (FH) demi melindungi kesehatan jantungnya. Ini penjelasannya.

FH merupakan gangguan yang diturunkan dalam sebuah keluarga. Penderita FH akan memiliki kadar kolesterol low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat sangat tinggi.

Penderita FH lebih berisiko terhadap penyakit jantung koroner (PJK). Alasannya, kondisi ini berkaitan dengan fenotip resistensi insulin dan kerentanan terhadap gangguan perdarahan.

Diet rendah lemak dianjurkan bagoi pengidap FH karena kolesterol dari makanan berlemak dan lemak jenuh dapat meningkatkan serum kolesterol. Dari temuan ini disimpulkan, mengurangi makanan-makanan berlemak dapat menurunkan kadar kolesterol LDL.

BACA JUGA: 7 Manfaat Masker Putih Telur Bagi Kecantikan

Studi terbaru mengungkapkan, diet rendah karbohidrat lebih efektif dalam menjaga kesehatan jantung dibandingkan diet rendah lemak untuk penderita FH. “Alasannya, fenotip resistensi insulin atau sindrom metabolik yang berkaitan dengan FH bermanifestasi sebagai intoleransi karbohidrat. Dan bisa dikelola dengan sangat efektif melalui diet ini (rendah karbohidrat),” jelas tim peneliti dalam jurnal yang dikutip Republika.co.id dari Health24.

Kadar kolesterol LDL, selama ini kerap dianggap sebagai marker atau penanda efektif menilai kesehatan jantung. Namun, tim peneliti menilai penggunaan marker lain dibutuhkan seperti lipoprotein a.

Lipoprotein a memiliki hubungan yang lebih langsung terhadap pola makan dibandingkan kolesterol LDL. Kadar lipoprotein a pun dipengaruhi diet rendah karbohidrat.

Lebih lanjut, tim peneliti mengungkapkan beberapa studi lain yang menunjukkan orang-orang dengan kadar kolesterol LDL tinggi tidak otomatis memiliki tingkat kesehatan jantung rendah. Studi lain pun menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara diet rendah karbohidrat dengan risiko PJK.

Dalam studi tersebut, orang-orang yang menjalani diet rendah karbohidrat memiliki risiko PJK lebih rendah dibandingkan orang-orang yang menjalani diet rendah lemak. Padahal, orang-orang dari kelompok diet rendah karbohidrat mengonsumsi lemak jenuh tiga kali lipat lebih banyak.

Tim peneliti mengungkapkan, studi mereka memberikan bukti yang kuat. Dari temuan baru ini, tim peneliti menilai perlu ada perubahan rekomendasi pola makan yang resmi untuk penderita FH.

(ars)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

Saham Prancis Untung 3 Hari Beruntun

PARIS,FOKUSJabar.id: Saham-saham Prancis berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa...

Staf Komentar Tak Senonoh ke FANATICS, Agensi Minta Maaf

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Agensi FENT Entertainment merilis permintaan maaf kepada FANATICS terkait komentar stafnya yang tidak pantas. Mereka merilis pernyataan ini setelah ramai pemberitaan soal FANATICS menjadi...

Spesifikasi Samsung Galaxy Watch 3 Lengkap

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Samsung galaxy watch 3 telah resmi dirilis. Smartwatch ini diklaim 15 persen lebih ringan, 14 persen lebih tipis, 8 persen lebih kecil jika...

Resmi Dilantik, PP PBVSI Yakin Rudy Bawa Bola Voli Jabar Makin Berprestasi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menaruh asa kepada pengurus PBVSI Jabar untuk terus memberikan kontibusi positif terhadap perkembangan olahraga...

Teror Mycetoma, Bakteri dan Jamur Licik Pemakan Daging

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebuah kasus kesehatan yang belum banyak orang tau terjadi pada seorang petani asal Sudan, Khadija Ahmad yang mengalami infeksi jamur pemakan daging yang...

Polres Banjar Gencar Lakukan Edukasi dan Sosialisasi 3M

BANJAR, FOKUSJabar.id: Polres Banjar rutin melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Banjar,...

Bank bjb Dorong UMKM Genjot Stimulasi PEN

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb konsisten mendorong Program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah berjalan dalam hitungan bulan telah dirasakan manfaatnya oleh Jutaan pelaku usaha. Untuk...