spot_img
Kamis 1 Desember 2022
spot_img
More

    Aher Imbau Masyarakat Waspadai Gangguang Keamanan Jelang Pilkada 2018

    BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap berbagai gangguan keamanan menjelang Pilkada 2018. Demikian disampaikan Aher menyusul kasus penganiayaan dua tokoh agama yang terjadi di Jabar dalam sepekan terakhir.

    Sebelumnya pada Sabtu (27/1), KH Umar Basri dianiaya seseorang seusai Salat subuh di pesantrennya di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Kemudian pada Kamis (1/2), Komandan Brigade PP Persatuan Islam (Persis) Prawoto, dianiaya tetangganya. Penyelidikan sementara, kedua tersangka kasus penganiayaan itu dinyatakan memiliki gangguan jiwa.

    “Kita sangat prihatin, dan mengucapkan bela sungkawa atas dua tokoh yang dianiaya, dan salah satunya meninggal dunia. Dari peristiwa itu, kita harus segera melakukan langkah,” kata Aher di Gedung Sate, Jumat (2/2/2018).

    Dia pun mengajak masyarakat bersama aparat Polri dan TNI untuk bersiaga menjaga rasa aman di Jabar yang selama ini telah dimiliki bersama. Jangan sampai ada gangguan rasa aman yang sudah dirasakan warga Jabar selama ini.

    “Tanpa menyangka-nyangka atau mereka-reka ada apa di belakang itu, saya meminta kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini, usut pelakunya. Kita harus menjamin rasa aman di Jabar, semuanya menjaga Jabar,” tegas dia.

    Pihaknya mengakui bahwa kekhawatiran kasus tersebut memengaruhi Pilgub dan Pilkada di 16 kabupaten-kota di Jabar selalu ada. Namun menurut dia, kekhawatiran itu harus diantisipasi segera secara maksimal dengan meningkatkan kewaspadaan.

    “Kita bisa selesaikan ini dengan antisipasi segera supaya tenang. Sebab dengan membangun rasa aman bersama dan komitmen sekuat mungkin bahwa kita mampu hadirkan Jabar yang aman, Pilkada aman. Dengan kesiapsiagaan, kita hadapi situasi apapun di Jabar,” tutur dia.

    Aher pun menyerahkan kasus tersebut kepada pihak berwenang. Jika hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa dua tersangka kasus penganiayaan tersebut adalah orang dengan gangguan jiwa, masyarakat harus waspada.

    Dinas Sosial, kata Aher, sudah menangani sejumlah warga dengan gangguan jiwa. Namun selanjutnya, masyarakat harus lebih waspada supaya tidak ada pihak lain yang memanfaatkan dua kasus ini, atau yang memperalat orang-orang yang memiliki gangguan jiwa untuk kepentingan sejumlah pihak.

    “Kita harus waspada, jangan sampai ada orang berlaku seperti itu lagi. Jangan sampai juga ada orang di belakang orang dengan gangguan jiwa. Kita antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Jangan ada memancing di air keruh,” katanya.

    Lebih lanjut Aher menegaskan bahwa deteksi dini harus dilakukan oleh semua pihak. Hal itu penting untuk menghindari pemecah kondusifitas. Dengan demikian, Pilkada di Jabar bisa berjalan lancar sesuai dengan tradisi Pilkada kondusif di Jabar.

    (LIN)

    Berita Terbaru

    spot_img