spot_img
Senin 28 November 2022
spot_img
More

    Dukung Citarum Harum, ITB Siap Atasi Pencemaran dengan Teknologi Ini

    BANDUNG, FOKUSJabar.id : Institut Teknologi Bandung (ITB) siap mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam bidang lingkungan salah satunya mewujudkan program Citarum Harum yang digagas bersama Kodam III/Siliwangi. ITB pun sudah menyiapkan beberapa inovasi teknologi untuk menangani pencemaran yang terjadi di sungai Citarum.

    Rektor ITB, Kadarsah Suryadi menuturkan, pencemaran yang terjadi di aliran sungai Citarum diakibatkan oleh empat akar masalah. Yakni limbah domestik, limbah industri, limbah peternakan dan perikanan, serta limbah yang berasal dari pertanian, kehutanan serta lahan terbangun.

    “Untuk limbah domestik itu baik yang cair atau yang padat, limbah industri akibat pembuangan limbah dari pabrik-pabrik di sepanjang aliran sungai baik yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau tidak. Kalau limbah peternakan bisa berasal dari kotoran hewan ternak, perikanan dari pakan ikan yang mengendap,” ujar Kadarsah saat ditemui di kampus ITB, Jalan Ganesha Kota Bandung, Selasa (30/1/2018).

    Untuk penanganan limbah domestik, Kadarsah mengaku jika pihaknya sudah memiliki teknologi untuk pengolahan limbah domestik baik cair maupun padat. Melalui teknologi yang dimiliki ITB, lntuk limbah padat bisa diolah menjadi briket, gas atau pupuk. Sedangkan untuk limbah cair bisa diurai dengan bakteri sehingga yang terbuang ke sungai sudah bersih.

    “Sementara untuk pakan ikan, kita sudah memiliki teknologi untuk mengurainya yang dinamakan bioflok. Teknologi ini menggunakan bakteri yang dibungkus dan digantung di air tercemar yang akan mengurai pakan sehingga air yang tadinya tercemar akan lebih bersih. Sedangkan untuk industri, kita siapkan konsultasi untuk optimalisasi IPAL maupun upgrading IPAL yang dimiliki industri,” terangnya.

    Selain mencegah terjadinya pencemaran di air, lanjut Kadarsah, ITB pun sudah memiliki teknologi yang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan tingkat pencemaran di aliran sungai Citarum. Teknologi yang dinamakan teknik bio-remediasi itu, menggunakan zat kimia yang diberi bakteri untuk disimpah di air sungai yang tercemar.

    “Dengan teknik bio-remediasi tersebut, bakteri akan bergerak untuk mengurai dan menghancurkan zat pencemar sehingga air menjadi lebih jernih dan bersih. Semua teknologi ini sudah kita miliki dan sudah kita aplikasikan di beberapa tempat. Dan kalau pemerintah memerlukan, maka kita siap untuk menerapkannya. Ini harus jadi gerakan masif dan kita p[un sudah siapkan tim dari berbagai disiplin ilmu khususnya dari Teknik Lingkungan dan Sekolah Ilmu Teknologi Hayati,” pungkasnya.

    (Ageng/Vetra)

    Berita Terbaru

    spot_img