spot_img
Rabu 30 November 2022
spot_img
More

    ITB Targetkan Menjadi Entrepreneurial University

    BANDUNG, FOKUSJabar.id : Institut Teknologi Bandung (ITB) bertekad mewujudkan pendidikan dan pengajaran ‎berkualitas tingkat internasional. ITB akan membawa perubahan dari World Class University menuju Entrepreneurial University.

    Rektor ITB, Kadarsyah Suryadi menuturkan, untuk mencapai target menjadi Entrepreneurial University atau perguruan tinggi generasi ketiga, setidaknya dibutuhkan tiga indikator, seperti excelent teaching and learning, excelent research, dan excelent inovation and enterpreunership.

    “Untuk mencapai indikator excelent teaching and learning, kami terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menjaminkan hal itu pada Badan Akreditasi Nasional Perguruna Tinggi (BAN-PT) dan lembaga akreditasi internasional, baik dari sisi pengajar atau dosen hingga akreditasi program studi,” kata Kadarsyah di kampus ITB, Jalan Ganesha Kota Bandung, Jumat (26/1/2018).

    Tahun 2017 lalu, ITB telah merekrut 64 orang staf pengajar baru serta 100 orang tenaga kependidikan baru yang ditempatkan di beberapa fakultas/sekolah dan unit kerja. Saat ini (2018) ITB sudah memiliki 1.360 staf pengajar dan 1.444 tenaga kependidikan, termasuk di dalamnya guru besar sebanyak 186 orang.

    Tidak hanya itu, dari total 49 program studi (prodi) sarjana (S1) di ITB, sebanyak 85,71 persen atau 42 prodi sudah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT, 8,16 persen atau 4 prodi terakreditasi B dan 6,12 persen atau 3 prodi belum terakreditasi.

    Sedangkan prodi magister yang berjumlah 52 prodi, sebanyak 46 prodi (88,46 persen) sudah mendapatkan akreditasi A, lalu 4 prodi (7,69 persen) mendapatkan akreditasi B, satu prodi (1,92 persen) terakreditasi C, dan satu prodi (1,92 persen) belum terakreditasi.

    Kemudian prodi doktoral, dari 26 prodi, sebanyak 25 prodi atau 96,15 persen sudah terakreditasi A dan satu prodi lainnya atau 3,85 persen terakreditasu B.

    “Untuk tingkat internasional ada sekitar 28 prodi yang sudah mendapat akreditasi internasional berdasarkan penilaian lembaga akreditasi internasional dari AUN-QA (Asia), ABET (USA), ASIIN (Jerman), JABEE (Jepang), RSC (Inggris) dan KAAB (Korea Selatan),” kata dia.

    Kaitannya dengan excelent research, lanjutnya, ITB terus berupaya mendorong para dosen melakukan penelitian yang hasilnya bisa dikembangkan dan diaplikasikan di masyarakat. Pada tahun 2017, ITB telah menghasilkan sebanyak 1.100 judul riset/penelitian yang mendapatkan pendanaan dari berbagai pihak.

    Riset yang didanai anggaran ITB di tahun 2017 pun naik cukup tajam dari 163 judul di tahun 2016 menjadi 645 judul. Sedangkan riset yang mendapatkan dana dari Kemenristek Dikti mencapai 355 judul, dari hibah institusi sebanyak 9 judul, dari dana hibah institusi luar negeri sebanyak 45 judul, dan riset dari hasil kerjasama sebanyak 46 judul.

    “Tahun 2018 kami akan meningkatkan besaran dana riset untuk merangsang para dosen dan peneliti melakukan riset. Dan riset ini harus dikawal oleh perguruan tinggi sehingga bisa diaplikasikan di masyarakat. Jika riset di perguruan tinggi ini berkembang maka akan mendorong perkembangan bangsa dan negara, serta semakin dihormati di mata dunia,” jelas dia.

    Dan untuk mengejar target Entrepreneurial University, indikator ketiga yang terus dibenahi yakni excelent inovation and enterpreunership. Pada indikator ini, ITB terus berupaya mencetak dan mempersiapkan tenaga-tenaga ahli yang mampu mengikuti perkembangan industri masa depan.

    Diprediksi tahun 2035 mendatang akan tumbuh industri-industri baru dengan lapangan-lapangan pekerjaan baru yang mungkin tidak dapat dibayangkan pada saat ini.

    Untuk itu, ITB pun akan mendorong mahasiswa, setidaknya, untuk menguasai empat hal dalam merespon kemajuan teknologi digital dan industri masa depan.

    Keempat hal tersebut akan dimasukkan dalam kurikulum pengajaran bagi mahasiswa di ITB.

    Mahasiswa ITB harus mampu menguasai empat hal ini, yakni programming dan codding, melakukan data analysis, artificial intelegent, serta fleksibility.

    Untuk merangsang mahasiswa mengaplikasikan empat hal tersebut, ITB memiliki inkubator bisnis yang akan terus dikembangkan dan sudah melahirkan sekitar 72 start up (calon perusahaan baru) yang siap mandiri.

    (Ageng/LIN)

    Berita Terbaru

    spot_img