spot_img
Sabtu 10 Desember 2022
spot_img
More

    Demiz : Kawasan Hijau Jabar Sudah Mencapai 37 Persen dari Target 45 Persen

    KAB. BANDUNG, FOKUSJabar.com:  Dari target 45 persen kawasan hijau atau hutan lindung di seluruh wilayah Jawa Barat, saat ini sudah mencapai angka 37 persen. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jabar bekerja sama dengan komunitas masyarakat dan para pengusaha berkomitmen untuk terus melakukan penghijauan di berbagai daerah dan mengecam keras aksi penebangan pohon.

    Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar (Demiz) usai melakukan penanaman 70 ribu bibit pohon produktif bersama masyarakat di desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Kamis (25/01/2018).

    “Dari target 45 persen, Jabar menjadi kawasan lindung saat ini kita sudah mencapai 37 persen, masih 8  persen yang harus kita hijaukan karena itu saya apresiasi gerakan penanaman 70 ribu pohon ini,” kata Demiz.

    Ia mengatakan, banyaknya jumlah penduduk Jabar saat ini yang mencapai 47 juta jiwa atau dua kali lipat dari penduduk benua Australia, akan mengancam kelestarian lingkungan bila tidak ada kajian tentang daya dukung lingkungan hidup. Sebab, pertumbuhan jumlah penduduk tersebut akan diiringi dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur seperti jalan, perumahan dan industri yang tak jarang memakan lahan hijau. Bila tidak ada kajian terlebih dulu maka bencana akan terjadi.

    “Karena itulah setiap pembangunan semestinya harus ada kajian tentang lingkungan hidup dan daya dukung lingkungan sebab kalau tidak maka bencana yang terjadi,” ujarnya.

    Pada penanaman pohon ini, sebanyak 70 ribu bibit pohon produktif disebar ke-12 desa dan satu kelurahan se-Kecamatan Rancaekek. Pohon yang dibagikan seperti pohon nangka, mangga, kopi, tangkil dan jeruk memiliki daya serap air yang tinggi sehingga meminimalisir terjadinya potensi banjir yang sering terjadi di wilayah Rancaekek. Dari sisi ekonomi, pohon-pohon tersebut juga memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat karena hasilnya bisa dimanfaatkan atau dijual setelah dua sampai tiga tahun.

    “Saya kira ini inisiatif masyarakat yang perlu kita apresiasi, partisipasi masyarakat juga luar biasa. Saya kira ini sebuah gerakan yang sangat baik kalau tidak seperti tak akan berhasil,” pungkas Demiz.

    (Vetra)

    Berita Terbaru

    spot_img