spot_img
Senin 28 November 2022
spot_img
More

    Jokowi Instruksikan TNI-Polri Jaga Netralitas dalam Pilkada

    BANDUNG, FOKUSJabar.com: Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajaran TNI-Polri agar tetap menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, dan tahapan-tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

    Perintah ini disampaikan Presiden melalui Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam pengarahan tertutup di hadapan peserta Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2018, di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/1/2018) pagi.

    “Harapan beliau adalah semuanya bisa berjalan dengan baik, aman, lancar, dan tidak ada permasalahan yang berarti. Sehingga akan mendukung dan mempengaruhi proses pembangunan yang saat ini sedang berjalan,” kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian menambahkan, Presiden meminta Polri agar melakukan pemetaan potensi konflik dari 171 wilayah yang akan melaksanakan Pilkada, dimana yang kira-kira rawan, dan kemudian dilihat tingkat kerawanannya seperti apa.

    Presiden, lanjut Tito, meminta agar dilakukan langkah-langkah persuasif untuk menyelesaikan potensi konflik dibanding dengan cara-cara responsif, represif, dan kemudian menyelesaikannya sebelum potensi konflik itu berkembang.

    “Beliau juga memerintahkan agar TNI dan Polri sinergi dalam menyelesaikan permasalahan potensi konflik itu. Sinergi itu dilakukan di semua lini dari atas sampai ke Polres, Kodam, Kodim, Koramil, Polsek, bahkan sampai ke Babinsa, Babinkamtibmas,” sambungnya.

    Ia menambahkan, Presiden juga memerintahkan agar TNI dan Polri tidak eksklusif, tapi merangkul semua elemen masyarakat, elemen rakyat, karena TNI dan Polri tanpa didukung rakyat juga tidak bisa maksimal. Polri juga diminta untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme prajurit. Para petinggi TNI dan Polri juga harus mengamati perkembangan lingkungan di luar negeri/global

    “Ini semua dirangkul untuk mendinginkan suasana situasi politik yang cenderung akan memanas. Jangan sampai nanti kita terkaget-kaget, terkejut, kita antisipatif kalau ada yang berkaitan dengan masalah-masalah dalam melaksanakan tugas pokok TNI-Polri,” tutur Tito dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet RI.

    (Vetra)

    Berita Terbaru

    spot_img