spot_img
Senin 28 November 2022
spot_img
More

    Ikuti Perkembangan Zaman, bank bjb Torehkan Catatan Gemilang Sepanjang 2017

    BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kesigapan melakukan penyesuaian terhadap perkembangan zaman, membuat bank bjb sukses menorehkan catatan gemilang di sepanjang tahun 2017.

    Adapun aspek penting yang memacu prestasi tersebut, yakni adopsi teknologi, inovasi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

    Hal itu pulalah yang selalu ditekankan manajemen bank bjb. Di tengah perkembangan teknologi menuntut berinovasi mengikuti perkembangan, termasuk di industri perbankan.

    Dirut bank bjb Ahmad Irfan mengatakan, bank harus mengikuti tren yang berkembang. Dengan kata lain, bank akan ketinggalan tanpa pemutakhiran teknologi.

    “Adaptasi teknologi ini tidak bisa ditawar,” kata Ahmad di Bandung,

    Khusus di Jawa Barat, Badan Pusat Statistik pada tahun 2016 mencatat populasi penduduk didominasi oleh generasi Y dan Z atau manusia dengan golongan umur antara 7 hingga 37 tahun. Temuan itu berlaku di 28 kabupaten dan kota seluruh Jabar.

    Dari data itu terungkap bahwa generasi Y dan Z hadir sebagai potensi pasar terbesar bagi perjalanan bisnis bank bjb. Namun, patut disadari bahwa generasi Y dan Z memiliki preferensi serta karakteristik yang berbeda dengan para pendahulunya, mulai dari selera dan ekspektasi, termasuk soal produk perbankan. Terlebih generasi tersebut lebih menggemari pola interaksi berbasis online yang bisa memberikan solusi secara digital.

    “Agar produk bisa bertahan, perbankan pun harus bisa mengikuti generasi penerus. Permintaan pasar ini harus bisa diantisipasi perbankan,” jelas dia.

    Dari perkembangan tersebut, bjb kini sudah mengambil langkah strategis dengan pendekatan produk dan jasa yang sesuai perkembangan zaman.

    Komitmen meningkatkan inovasi pada produk dan jasa melalui layanan digital, seperri bjb mobile, bjb sms, bjb digi, e-money server based hingga card based.

    “Bank bjb sudah mengarah pada digital banking,” kata dia.

    Wujud teknologi itu terdapat pada layanan fintech yang dalam kurun waktu dua tahun terakhir telah mampu meraup transaksi hingga Rp 3 triliun.

    Ahmad memperkirakan fintech akan mampu menghasilkan Rp7 trilyun tahun 2020. Dengan kata lain, jika perbankan dan regulator tidak bergerak cepat, maka akan tertinggal dari sisi payment.

    (FJ)

    Berita Terbaru

    spot_img